Paralimpiade Rio 2016

Eko Yuli Buka-bukaan Soal Perjuangan Ni Nengah di Paralimpiade Rio 2016

Sabtu, 10 September 2016 12:50 WIB
Penulis: Lanjar Wiratri | Editor: Tengku Sufiyanto
© INDOSPORT
Atlet angkat besi Indonesia peraih perak Olimpiade Rio 2016, Eko Yuli Irawan saat diwawancarai eksklusif oleh INDOSPORT. Copyright: © INDOSPORT
Atlet angkat besi Indonesia peraih perak Olimpiade Rio 2016, Eko Yuli Irawan saat diwawancarai eksklusif oleh INDOSPORT.

Eko Yuli memuji penampilan Ni Nengah di ajang Paralimpiade Rio 2016 yang diikuti oleh para atlet istimewa dengan disabilitas tersebut. Ia pun berharap keberhasilan lifter disabilitas asal Bali tersebut dapat diikuti oleh rekan-rekannya di ajang Paralimpiade Rio 2016.

“Pastinya senang teman-teman di Paralimpiade juga bisa mempersembahkan medali. Apalagi masih masuk di induk PABBSI (Persatuan Angkat Besi-Binaraga-Angkat Berat Seluruh Indonesia), dan mudah-mudahan atlet yang lain bisa ikut menyumbangkan medali untuk Indonesia,” ujar Eko Yuli kepada INDOSPORT.


Atlet disabilitas angkat besi Indonesia, Ni Nengah Widiasih saat merebut medali perunggu di ajang Paralimpiade Rio 2016.

Menurut atlet 27 tahun tersebut, angkat besi tak hanya menjadi olahraga yang dapat dilakukan oleh orang dengan fisik sempurna saja. Keberhasilan Ni Nengah menjadi bukti jika atlet difabel pun mampu berprestasi di bidang olahraga.

“Pasti perjuangan atlet ini juga ekstra keras untuk bisa dapat medali di Paralimpiade karena untuk bisa dapat medali di Olimpiade atau Paralimpiade perjuangan dan persiapannya sama berat,” ungkap Eko.

Ni Nengah menjadi atlet Indonesia pertama yang merebut medali di ajang Paralimpiade Rio 2016. Atlet 26 tahun itu mencatatkan hasil cukup gemilang usai berhasil mengangkat beban seberat 95 kilogram, dan berada di peringkat ketiga di bawah wakil Turki dan China.