Demi Kenyamanan, Peserta Borobudur Marathon 2017 Dipangkas

  • Jumlah peserta Borobudur Marathon 2017 dipangkas 50 persen menjadi hanya 10 ribu orang saja.
  • Kebijakan ini dilakukan agar para peserta dapat menikmati lomba dan pariwisata dengan lebih nyaman.

Sabtu, 20 Mei 2017 00:37 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
Twitter @borobudurmrtn
Menpora Imam Nahrawi saat membuka Borobudur Marathon 2016 lalu. Copyright: Twitter @borobudurmrtn
Menpora Imam Nahrawi saat membuka Borobudur Marathon 2016 lalu.

Kejuaraan lari Borobudur Marathon akan kembali digelar pada November 2017 mendatang. Panitia penyelenggara membatasi jumlah peserta agar ajang ini berlangsung lebih nyaman.

"Kami ingin peserta bisa berolahraga dan berwisata yang nyaman. Makanya kami mempersiapkan diri jauh-jauh, agar pengalaman tahun lalu tidak terulang," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko.

Dia menerangkan, dalam kejuaraan yang rencananya berlangsung pada 19 November mendatang itu, jumlah peserta dibatasi hingga 10 ribu orang saja. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 50 persen ketimbang pelaksaan pada 2016 lalu.

Selain atlet lokal, peserta juga difokuskan pada atlet dari kawasan ASEAN. Namun, pihak penyelenggara juga menghadirkan atlet dari Jepang maupun Kenya.

Para peserta pada ajang Borobudur Marathon 2016 lalu. Copyright: Twitter @borobudurmrtnPara peserta pada ajang Borobudur Marathon 2016 lalu.

"Pengalaman tahun lalu kapasitas tempat belum memadai. Makanya kami lakukan pemangkasan jumlah peserta. Yang jelas kami tidak ingin pada Borobudur Marathon 2017 ada peserta yang kecewa seperti sebelumnya," ucapnya, menambahkan.

Menpora Imam Nahrawi mengaku mendukung penuh kejuaraan yang mengedepankan olahraga dan pariwisata itu. Pihaknya menginginkan kejuaraan ini juga mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang kedepannya mampu menjadi tulang punggung timnas.

"Kami dari pemerintah akan terus mendorong Borobudur Marathon ini sebagai upaya peningkatan prestasi olahraga khususnya marathon. Terima kasih pengprov Jateng, Bank Jateng dan semua yang mendukung 'sport tourism' bangkit di Tanah Air ini," kata Imam.