SEA GAMES 2017

Tak Mau Atlet Terserang Hama, Malaysia Pakai Teknologi Ini di Cabor Renang

  • Perhelatan SEA Games ke-29 di Kuala Lumpur, Malaysia, akan segera digelar pada 19 Agustus 2017.
  • Pihak Komite Organisasi SEA Games Malaysia (MASOC) pun terus melakukan berbagai persiapan dengan melihat SEA Games di Singapura sebagai bahan evaluasi, tidak terkecuali dalam hal teknologi.
  • Perusahaan Australian Innovative Systems (AISystems) pun dikabarkan telah menjalin hubungan kerja sama dengan Malaysia terkait penggunaan teknologi EcoLine untuk cabang olahraga renang.

Kamis, 13 Juli 2017 16:21 WIB
Penulis: Frederica | Editor: Galih Prasetyo
Internet
SEA Games 2017. Copyright: Internet
SEA Games 2017.

Menjelang digelarnya ajang SEA Games ke-29 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19 Agustus 2017 mendatang, Komite Organisasi SEA Games Malaysia atau MASOC pun terus melakukan berbagai persiapan.

CEO MASOC, Datuk Seri Zolkples Embong menuturkan bahwa pihaknya melihat perhelatan SEA Games di Singapura pada 2 tahun lalu sebagai bahan untuk evaluasi.

“Satu hal yang saya kagumi dalam perhelatan SEA Games di Singapura lalu ialah terkait kinerja para sukarelawan. Oleh sebab itu, kami melihat hal itu sebagai bahan evaluasi untuk kami, yang mana para sukarelawan kami didik dengan baik di Universiti Kebangsaan Malaysia. Kami tentunya juga mengumpulkan banyak orang untuk membantu mengembangkan informasi terkait teknologi,” tuturnya, dikutip dari New Straits Times (02/04/17).

CEO MASOC, Datuk Seri Zolkples Embong. Copyright: SkyscraperCityCEO MASOC, Datuk Seri Zolkples Embong.

Selain itu, teknologi yang akan digunakan pada SEA Games nanti juga menjadi hal utama yang diperhatikan. Seperti halnya pada cabang olahraga (cabor) renang, pihak Malaysia diberitakan telah menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Australia bernama EcoLine.

Seperti yang dilansir dari ausleisure.com (05/04/17), teknologi EcoLine merupakan teknologi desinfeksi atau pembasmian hama penyakit yang terdapat dalam kandungan air.

Perusahaan yang menaungi teknologi EcoLine, yaitu Australian Innovative Systems (AISystems) sebelumnya mendapatkan penghargaan pada 3 sistem desinfeksi air EcoLine. Oleh sebab itu, teknologi itu pun akan diperkenalkan pada dunia dalam perhelatan SEA Games 2017 mendatang di Malaysia National Aquatic Centre.

Chief Executive AISystems, Elena Gosse. Copyright: ausleisure.comChief Executive AISystems, Elena Gosse.

“Kami sangat bangga dengan teknologi EcoLine yang kami rancang telah mendapatkan penghargaan dan akan diperkenalkan di panggung dunia di Kuala Lumpur pada Agustus mendatang,” jelas Chief Executive AISystems, Elena Gosse.

Lebih lanjut, Gosse menjelaskan mengenai sistem kerja utama dari EcoLine, yang akan mempertahankan kadar klorin dalam air. Seperti yang diketahui, zat klorin itu sendiri merupakan zat pemutih dan pembunuh kuman dalam air, sehingga menjaga air tetap bersih.

EcoLine nantinya akan memusnahkan kuman dalam air dan mengubah senyawa dalam air menjadi klorin lewat proses elektrolisis. Elektrolisis itu sendiri merupakan proses penguraian senyawa dalam bentuk cairan oleh arus listrik.

Ilustrasi Kolam Renang. Copyright: TwitterIlustrasi kolam renang.

Melalui sel elektrolit (senyawa yang merupakan penghantar arus listrik), mineral dan garam yang terkandung dalam air akan diubah menjadi klorin, biasanya berupa sodium hipoklorit atau kalsium hipoklorit. Setelahnya, klorin yang dihasilkan itu akan secara perlahan dikembalikan ke dalam air kolam.

Selain mengubah senyawa menjadi klorin, EcoLine juga akan menghilangkan klorin yang dirasa sudah kedaluwarsa.

Dengan penggunaan teknologi EcoLine itu, air dalam kolam pun akan selalu terjaga dalam kondisi bersih. Para perenang pun dapat berenang dengan nyaman dan mempunyai pandangan yang jelas di dalam air.

Chief Executive AISystems, Elena Gosse. Copyright: ausleisure.comChief Executive AISystems, Elena Gosse.

Selain itu, penggunaan teknologi EcoLine juga berkesinambungan dengan konsep yang diusung MASOC dengan tema Green Games. Pasalnya, penerapan sistem EcoLine itu akan membantu pihak panitia untuk tidak menguras dan membuang air dalam jumlah banyak.

Jika kita melihat proses pembersihan kolam renang, kerap kali operator kolam renang akan membuang air yang sudah kotor. Setelahnya, air yang baru akan dimasukkan kembali ke dalam kolam dan diberikan kaporit untuk menjaga kejernihan air.

Baca Juga

Teknologi EcoLine itu akan membantu pihak panitia untuk bisa menghemat penggunaan air dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Selain digunakan pada SEA Games, teknologi EcoLine dilaporkan akan didaftarkan ke dalam standar FINA (Federasi Renang Internasional). Gosse juga berharap nantinya teknologi tersebut akan digunakan di Gold Coast Aquatic Centre (GCAC) yang akan menjadi venue Gold Coast 2018 Commonwealth Games.