Petarung MMA Bantah Lakukan Eksekusi terhadap Kaum Gay

  • Atlet mix martial arts (MMA) yang kini menjadi Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang kaum gay.
  • Ramzan Kadyrov juga membantah tuduhan bahwa dirinya telah melakukan persekusi terhadap kaum homoseksual di Chechnya.
Minggu, 16 Juli 2017 21:34 WIB
Penulis: Nindhitya Nurmalitasari | Editor: Galih Prasetyo
© cdn1.img.sputniknews.com
Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov. Copyright: © cdn1.img.sputniknews.com
Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov.

Atlet mix martial arts (MMA) yang kini menjadi Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, membantah tuduhan tentang dirinya yang diduga melakukan persekusi terhadap kaum homoseksual di negaranya.

Bantahan ini diutarakannya dalam sebuah wawancara pada acara olahraga HBO Real Sports. Jawaban ini dilontarkan Kadyrov untuk menanggapi kritik dunia internasional setelah sebuah koran Rusia, Novaya Gazeta, memberitakan perlakuan tidak manusiawi terhadap sejumlah lelaki gay di Chechnya.

Laporan media tersebut menyatakan angkatan bersenjata Chechnya telah menahan sekitar 100 orang laki-laki homoseksual. Beberapa dari mereka juga diduga mengalami penyiksaan bahkan hingga meninggal dunia.

Baca Juga

Namun, dalam wawancaranya, Ramzan Kadyrov membantah kabar ini. Tak hanya itu, ia juga memberikan pernyataan kontroversial bahwa di negaranya tidak ada satu pun penduduk gay. Bila pun ada, ia ingin mengusir mereka ke Kanada.

"Ini tidak masuk akal. Kami tidak memiliki orang-orang semacam itu di sini. Kami tidak punya satu pun penduduk gay. Jika ada, bawa saja mereka ke Kanada," kata Kadyrov kepada HBO Real Sports, dilansir dari time.com (15/07/17).

"Terkutuklah mereka atas tuduhan yang mereka lontarkan terhadap kami," lanjutnya.

Sebelumnya, pria yang telah menjadi Presiden Republik Otonom Chechnya sejak satu dekade lalu ini juga kerap dituduh terlibat dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM, seperti penculikan dan pembunuhan di Chechnya. Termasuk terlibat pada pembunuhan pemimpin oposisi Rusia Boris Nemstov tahun 2015 silam, dilansir dari time.com (15/07/17).

Chechnya, negara yang dipimpin Kadyrov, adalah sebuah wilayah di selatan Rusia yang dihuni oleh mayoritas penduduk Muslim. Wilayah ini sempat mengalami konflik berkepanjangan yang melibatkan kelompok separatis dan angkatan bersenjata Rusia.

Presiden Pencinta MMA

 

Поздравляю с днём рождения прославленных бойцов Чеченского Республиканского Клуба "Ахмат" Апти Устарханова и Беслана Ушукова. Апти является чемпионом мира, Европы, России, матчевой встречи с кубинской командой. Беслан всегда настроен только на победу, хладнокровен, расчётлив, хороший тактик. Он одержал 14 побед при двух поражениях. У обоих спортсменов большое будущее, они усилено готовятся. Желаю Апти и Беслану крепкого здоровья, успехов и удачи! #Кадыров #Россия #Чечня #Спорт

A post shared by Ramzan Kadyrov (@kadyrov_95) on

Sebelum menjadi presiden, Ramzan Kadyrov adalah seorang mantan pemberontak yang kemudian berbalik memihak Rusia. Ayahnya sendiri merupakan mantan Presiden Chechnya, Akhmad Kadyrov, yang dibunuh pada tahun 2004. 

Selain penuh kontroversi, pria 40 tahun ini juga dikenal sebagai presiden yang nyentrik, karena aktivitas dan kecintaannya terhadap olahraga MMA. Ia pun getol mempopulerkan MMA dan olahraga bela diri sejenisnya di Chechnya.

Aksi Adam Kadyrov, anak Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov yang baru berusia 8 tahun di arena UFC. Copyright: INTERNETAksi Adam Kadyrov, anak Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov yang baru berusia 8 tahun di arena UFC.

Bahkan pada tahun 2016 silam, ia sempat menuai kontroversi dan kritik tajam saat membiarkan ketiga anaknya yang masih di bawah umur beraksi di panggung UFC Chechnya. Namun, ia nampaknya tak terlalu mengindahkan hal tersebut dengan mengunggah pertarungan anaknya tersebut di Instagramnya sendiri. 

Tak hanya itu, Presiden Kadyrov pun sering memberikan dukungan terhadap atlet MMA dan memamerkan cuplikan video saat dirinya berlatih MMA di Instagramnya, @kadyrov_96.