Coba Teknik Salto, Binaragawan Ini Justru Meregang Nyawa

  • Nasib malang harus dialami oleh seorang binaragawan asal Afrika Selatan, Sifiso Lungelo Thabete.
  • Saat mencoba melakukan teknik salto, Sifiso melakukan kesalahan yang membuatnya mengalami benturan keras pada bagian kepala.
Sabtu, 12 Agustus 2017 09:15 WIB
Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Total Pro Sports
Sifiso Lungelo Thabethe, binaragawan yang meninggal dunia setelah gagal melakukan teknik salto. Copyright: © Total Pro Sports
Sifiso Lungelo Thabethe, binaragawan yang meninggal dunia setelah gagal melakukan teknik salto.

Bagi pencinta olahraga, tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya teknik salto. Dalam teknik tersebut, seseorang akan melakukan lompatan tinggi yang dilanjutkan dengan berputar di udara.

Sekilas mungkin teknik ini terlihat mudah, namun dalam prakteknya justru sebaliknya. Tidak hanya itu, tanpa persiapan yang matang, teknik tersebut bisa dikategorikan sangat berbahaya dan beresiko kematian.

Contohnya seperti yang dialami oleh seorang binaragawan muda berbakat asal Afrika Selatan bernama Sifiso Lungelo Thabete. Pria yang baru berusia 23 tahun itu dilaporkan meninggal dunia setelah gagal melakukan teknik salto.

Dilansir dari Geelong Adcertiser, kejadian itu bermula saat Sifiso menghadiri sebuah kompetisi yang berada di kampung halamannya di Durban pada Jumat (04/08/17) lalu.

Saat hendak memamerkan kekaran tubuh yang dimilikinya, Sifiso memiliki kebiasaan untuk melakukan salto di hadapan para penonton yang menyaksikannya. Nahas, saat berada di udara, Sifiso tidak bisa membalikkan tubuhnya dan membuat bagian belakang kepalanya terbentur dengan keras ke lantai.

Sesaat setelah jatuh, Sifiso sempat bergerak sedikit sebelum kemudian diam. Pihak panitia yang tidak menyadari kejadian tersebut sempat terdiam dulu. Namun, melihat kondisi Sifiso yang belum bergerak, mereka langsung menghampirinya untuk memberi pertolongan.

Tidak ingin cederanya semakin parah, pihak penyelenggara pertandingan langsung bergegas melarikan Sifiso ke rumah sakit terdekat. Sayang, nyawa Sifiso nyatanya sudah tidak terselamatkan lagi dan meninggal sesaat setelah ambulan yang membawanya tiba di rumah sakit.

Pihak Body Building South Africa (BBSA) melalui presidennya, Wayne Price menduga insiden yang dialami oleh Tifiso terjadi karena kesalahannya yang menggunakan kaos kaki saat melakukan salto.

"Kami menduga, karena ia menggunakan kaos kaki saat itu, ia sedikit terpeleset dan membuatnya tidak memiliki banyak momentum untuk berputar," ujar Wayne seperti dikutip dari News24.

 

#musclesawgg

A post shared by Sifiso Lungelo (@sifisolungelo) on

Kematian tragis yang dialami oleh Sifiso itu pun sangat disayangkan berbagai pihak. Pasalnya, ia merupakan salah satu binaragawan berbakat. Ia tercatat pernah memenangkan IFBB Junior World Championship untuk kategori 75 kilogram.