SEA Games 2017

Lagi, Indonesia vs Malaysia Tuai Kontroversi di SEA Games 2017

  • Indonesia gagal menambah medali emas lewat cabor panahan SEA Games 2017.
  • Tim beregu putri Indonesia kalah dari tim Malaysia dalam laga yang diiringi kontroversi.
Senin, 21 Agustus 2017 13:52 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
© Vidio.com
Podium cabor panahan beregu putri recurve SEA Games 2017. Copyright: © Vidio.com
Podium cabor panahan beregu putri recurve SEA Games 2017.

Laga penuh kontroversi Indonesia atas tuan rumah Malaysia terus berlanjut, setelah semalam Timnas Sepak Takraw Indonesia memilih walk out dari laga kontra Negeri Jiran. Pasalnya, Timnas Merah Putih merasa dicurangi dan tak terima dengan keputusan wasit, Minggu (20/08/17) semalam.

Kali ini kontroversi mengiringi laga perebutan medali emas panahan di nomor beregu putri recurve. Berlangsung di MSN Archery Centre, Kuala Lumpur, tim Tanah Air yang diperkuat Diananda Choirunisa, Titik Kusumawardani, dan Linda Lestari harus puas membawa pulang medali perak.

Diananda Choirunisa mempersembahkan dua medali panahan bersama Menpora Imam Nahrawi. Copyright: Twitter/Imam NahrawiDiananda Choirunisa mempersembahkan dua medali panahan bersama Menpora Imam Nahrawi.

Set pembuka direbut oleh Malaysia karena salah satu bidikan wakil Indonesia hanya mencapai lima poin. Total poin di set pertama adalah 58-50 untuk tim tuan rumah. Di set berikutnya, kedua tim meraih poin imbang dengan 55-55. Skor menjadi 1-3, masih untuk keunggulan Malaysia.

Indonesia pun masih berpeluang untuk mempertahankan medali emas di nomor ini. Di set ketiga, jumlah skor kedua tim lagi-lagi imbang dengan total 50-50, seperti yang sempat direkam oleh akun @BadmintonTalk. Namun kemudian wasit merevisi hasil ini dan menambah satu poin untuk Malaysia.

Pasalnya, salah satu bidikan wakil Malaysia berada di garis antara poin delapan dan sembilan. Sesuai peraturan, jika mengenai garis, maka poin yang lebih tinggilah yang dihitung.

Dengan begitu, medali emas dipastikan jatuh untuk tuan rumah yang terdiri dari Nur Aliya Ghapar, Nuramalia Haneesha Mazlan, dan Nur Afisa Abdul Halil dengan total skor 5-1. Kemenangan tersebut menandai berakhirnya puasa gelar Malaysia di nomor ini selama 12 tahun terakhir.