Munas PTMSI mundur lantaran rekomendasi tim penjaringan (Indosport.com)
Ketua Tim Penjaringan, Anton Suseno, pada Kamis (12/9) pastikan Munas PP PTMSI ditunda lantaran bakal calon ketua umum bermasalah.

Musyawarah Nasional Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI), yang sedianya ditetapkan di Gedung Serbaguna Kompleks Gelora Bung Karno, pada Jumat (13/9) gagal.

Tiga bakal calon (balon) ketua umum ternyata tak penuhi persyaratan yakni Eka Wahyu Kasih, Ronald Sautan, dan Ogroseno. Ini membuat peserta munas yang sudah datang ke Jakarta, kecewa.

"Munas PP PTMSI terpaksa diundur, karena tiga balon ketua umum tak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan," ujar Ketua Tim Penjaringan, Anton Suseno, pada Kamis (12/9).

Anton mengatakan balon harus punya dukungan minimal delapan Pengprov PTMSI agar bisa ikut kontestasi. Pendaftaran sebenarnya sudah dibuka 27 Agustus hingga 7 September ini.

"Ketiga balon ketua umum dianggap gagal, karena ada dukungan ganda, tanpa surat mandat dari ketua pengprov, dan surat dukungan dalam bentuk fotokopi," jelas eks petenis meja nasional itu.

Mengingat ketiga balon tidak memenuhi persyaratan, kata Anton, tim penjaringan akan mengembalikan persoalan itu kepada Ketua Umum Carateker PP PTMSI, Hamidi.

"Yang pasti, semuanya kembali lagi kepada ketua umum carateker, guna menjadwal ulang kembali Munas PP PTMSI," tegasnya.

Dengan adanya penundaan itu, peserta Munas PP PTMSI merasa kecewa apalagi mereka sudah berada di Jakarta.

 "Ya, kami kecewa dengan adanya penundaan jadwal munas. Harusnya tetap saja dijalankan dan biarkan ketiga balon bersaing," kata Sekum Pengprov PTMSI Sumsel, Tony Pusrihadi.

Sekum Pengprov PTMSI Kalimantan Barat Ucok Nasution ikut menimpali. "Kami ke Jakarta meninggalkan pekerjaan untuk medukung Eka Wahyu Kasih. Tapi ditunda. Siapa yang tak kecewa," keluhnya.

Eka yang yang masih aktif menggelar event tenis meja nasional dan internasional mengaku menerima keputusan tersebut.

"Saya tiak tahu ada tim penjaringan yang dibentuk. Tapi, saya harus hormati keputusan munas ditunda. Kami akan konsolidasi lagi agar bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan," ujarnya.