Neymar sedot perhatiah masyarakat Inggris saat Brasil bertandang. (Indosport.com)
Masyarakat Inggris meramaikan latihan tim nasional Brasil di Wembley, London. Mereka ingin menyaksikan bintang muda Neymar yang merayakan usia 21 tahun, Selasa (05/02/13).

Inggris membenahi Stadion Wembley untuk mengantisipasi serbuan geram Brasil. Uji coba, Rabu (06/02/13) besok, bisa jadi pelampiasan setelah dua negara gagal di Olimpik London 2012.

Kegeraman terutama terasa di pihak tamu. Brasil datang lagi ke Wembley setelah kalah 1-2 oleh Mexiko di final Olimpik 2012. Empat alumni London 2012 ikut serta dalam kunjungan kali ini.

Melebihi perhatian pada tiga rekannya, Neymar menarik minat paling banyak penggemar. Remaja kelahiran 05 Februari 1992 menggoda mata publik dengan aksi di lapangan dan gaya urakannya.

Tampilan Neymar ialah stereotipe baru fenomena sepakbola Brasil. Dia tampak seperti anak baru gede yang banyak gaya tapi hati-hati meniti karier internasional dengan belajar dari para senior.

Bernama lengkap Neymar da Santos Júnior, dia menyimak ucapan legenda klub Santos, Pelé, untuk tak gegabah segera pindah. Neymar tetap di Brasil dan menangkis rentetan rayuan dari luar negeri.

Pelé berdiri sebagai figur monumental bagi anak-anak Brasil. Neymar tahu riwayat Edson Arantes do Nascimento yang jadi orang pertama mencetak hat-trick juara Piala Dunia pada 1958, 1962, 1970.

Semasa kariernya, Pelé tidak menyeberangi Samudera Atlantik. Dia terus di Brasil sebelum membagi sinarnya bagi sepakbola Amerika Utara dan tidak pindah ke Eropa meski sudah berjaya sejak muda.

Legenda berjuluk O Rei atau Sang Raja ikut bangga menyaksikan generasi berikutnya meraih Piala Dunia 1994 di Jerman. Bila Pelé bernomor 10, Romário mendominasi dengan kostum berangka 11.

Di sela pengaruh Romário de Souza Faria, seorang remaja kurus ikut parade kemenangan. Ronaldo Luís Nazario berkembang menjadi cerita besar dan kemudian mempersembahkan Piala Dunia 2002.

Bersama Ronaldo 9, hadir juga Ronaldinho yang memakai nomor 11. Hampir luput dari pengamatan ada pula Ricardo Kaká. Dinho dan Kaká pula kelak mengetahui dari dekat bakat ajaib Neymar.

Secara bergantian, Kaká dan Ronaldinho mendapat kepercayaan pelatih Brasil untuk membimbing Neymar di tim nasional. Kini pembimbing besar datang dengan nama pelatih Luís Felipe Scolari.

Felipao atau Filip Gede ialah pelatih terakhir yang memberi piala dunia. Publik Brasil percaya, saat nanti selusin tahun sesudah Piala Dunia 2002, di negeri sendiri Seleçao akan juara lagi pada 2014.

Kepercayaan terletak pada kaki-kaki Neymar yang juga gembira menyambut Scolari kembali ke tim nasional setelah satu dekade. Di mata Sang Bintang: “Felipao seperti seorang ayah besar.”

“Sangat mudah berkerja sama dengan dia. Dia memperlakukan setiap pemain dengan kadar hormat yang sama,” ucap Neymar yang pernah melawan tim Scolari semasa masih melatih klub-klub Brasil.

Atas saran Felipao dan Pelé, Neymar punya pendapat tentang kariernya. “Saya tetap di Brasil sampai Piala Dunia. Banyak orang mengatakan saya harus pergi untuk berkembang tapi saya tak setuju.”