Critic Sport

Indonesia Gagal Gelar MotoGP 2017, Salah Siapa?

Kamis, 21 Juli 2016 | 15:00 WIB
Impian Indonesia menghelat ajang MotoGP 2017 batal setelah pihak Sirkuit Internasional Sentul tak kunjung melengkapi persyaratan yang diajukan pihak Dorna Sports selaku penyelenggara. Lantas, apakah itu semua tanggung jawab pengelola Sentul, atau pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kamis (21/07/16).
Gragfis: Muproni/INDOSPORT-Internet
Indonesia gagal menggelar MotoGP 2017.
Indonesia gagal menggelar MotoGP 2017.

Masyarakat Tanah Air tentunya bangga dan tidak sabar setelah pihak Dorna Sport selaku penyelenggara MotoGP memutuskan untuk memilih Indonesia sebagai salah satu negara yang menggelar ajang balap motor tersohor tersebut pada 2017.

"Kami menerima banyak proposal dari negara-negara untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan MotoGP yaitu Kazakhstan, Thailand, Brasil, Chile, dan Finlandia, tetapi Dorna Sports sebagai penyelanggara MotoGP memilih dan memberikan prioritas kepada Indonesia," ujar CEO Dorna, Carmelo Ezpelata.

"Indonesia merupakan pasar yang bagus untuk MotoGP. Kemudian penonton MotoGP di sini juga sangat banyak. Lihat saja dari statistik siaran televisi. Karenanya kami memutuskan untuk memilih Indonesia. Tapi sekarang kami harus bekerja keras bersama untuk menyelesaikan segala sesuatunya sebelum akhir 2017," sambung Ezpelata.

Bahkan, salah satu pembalap dunia yang juga merupakan legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi,  ikut mendukung rencana dan niat tersebut. Ia menilai Indonesia memilki banyak sekali penggemar di ajang balapan ini.

"Menurut saya, itu ide bagus. Indonesia punya banyak sekali penggemar MotoGP. Saya pernah membalap di sana pada 1996 dan 1997," ujar pria berkebangsaan Italia itu.

Sayang, pintu terbuka lebar yang diberikan Dorna tidak dimaksimalkan dengan baik oleh Indonesia. Pada pertengahan Juli 2016, Indonesia dipastikan gagal menghadirkan Rossi dan kawan-kawan ke Tanah Air.

INDOSPORT mencoba mengulas penyebab kegagalan Indonesia menggelar MotoGP 2017.

Editor : Joko Sedayu

Halaman