Formula 1

Rusia Sepakat Perpanjang Kontrak Jadi Tuan Rumah F1

Selasa, 28 Februari 2017 18:10 WIB
Editor: Ivan Reinhard Manurung
© motorsport.com
Rusia tetap menjadi tuan rumah ajang Formula 1 hingga 2025. Copyright: © motorsport.com
Rusia tetap menjadi tuan rumah ajang Formula 1 hingga 2025.

Kabar gembira datang bagi para pecinta kompetisi balap Formula 1. Pasalnya, di saat banyak negara yang mulai membatalkan kontrak sebagai penyelenggara, seperti Malaysia dan Singapura, Rusia secara mengejutkan justru berani memperpanjang kontraknya hingga 2025 mendatang.

Dikutip dari Motorsport, perpanjangan kontrak yang dilakukan oleh Rusia sebagai tuan rumah salah satu seri jet darat itu, menyusul perbincangan dengan mantan bos F1, Bernie Ecclestone tahun lalu.

Bagi Anda yang belum tahu, Rusia sebenarnya masih terikat kontrak untuk menjadi tuan rumah F1 hingga 2020 mendatang, yang berarti perpanjangan kontrak yang baru disepakati tersebut memiliki tambahan durasi sebanyak lima tahun.

Rusia tetap menjadi salah satu tuan rumah F1 hingga 2025.

Promotor GP Rusia, Sergey Vorobyov mengatakan proses perbincangan terkait perpanjangan kontrak ini berlangsung cukup lama. Namun, pada akhirnya mereka menyetujui tawaran tersebut, lantaran terdapat pula pertambahan kontrak sponsorship.

"Ini merupakan proses perbincangan kontrak baru yang cukup kompleks. Namun, bagian terpentingnya adalah masalah sponsorship," ungkap Sergey.

Meski sudah menyatakan sikap yang mau memperpanjang kontrak, Sergey mengatakan pihaknya masih belum mau mengumumkan secara resmi. Pasalnya, saat ini ia tengah membicarakan beberapa hal lain dengan bos baru F1, Chase Carey.

Sergey mengaku masih membicarakan beberapa masalah dengan Chase.

"Masih ada beberapa persoalan lagi yang masih harus kami bahas dengan Chase dan timnya. Makanya, saya belum berani mengumumkan hal ini, tapi dalam waktu dekat hal tersebut akan kami umumkan," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Sergey pun menyebutkan kemungkinan balapan di GP Rusia akan berlangsung pada malam hari, sama seperti di GP Dubai dan GP Singapura.

"Sebenarnya ada pilihan untuk menggelar balapan pada malam hari. Jika kami menghabiskan sejumlah dana ditambah persiapan tujuh bulan sebelum balapan, hal tersebut bisa terjadi. Tapi hal ini masih harus kami bicarakan dengan masyarakat sekitar," tutupnya.