Banyak Makan Nyawa, Valentino Rossi Takut Terjun ke Ajang Balap Ini

  •  Valentino Rossi yang telah menyabet sederet gelar juara dunia menolak untuk terjun dalam ajang balap motor ini.
  •  Ajang balap tersebut adalah Isle Of Man TT yang sering diadakan pada akhir Mei dan awal Juni .
  •  Sudah ada 255 pembalap yang meregang nyawa usai mengikuti laga tersebut.
Selasa, 13 Februari 2018 21:51 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti | Editor: Ardini Maharani Dwi Setyarini
© INDOSPORT
Valentino Rossi dalam lintasan balap mengenakan helm 20 tahun silam. Copyright: © INDOSPORT
Valentino Rossi dalam lintasan balap mengenakan helm 20 tahun silam.

Pembalap sekelas Valentino Rossi yang telah menyabet sederet gelar juara dunia menolak untuk terjun dalam ajang balap motor yang banyak memakan nyawa para pesertanya. Ajang balap tersebut adalah Isle Of Man TT yang sering diadakan pada akhir Mei dan awal Juni tersebut.

Terbilang cukup ekstrim karena lintasan yang digunakan sendiri merupakan jalanan kota. Para pesertanya akan melalui lintasan di jalanan kota, pedesaan hingga di perbukitan. Hal itu yang lantas membuat balapan ini cukup berbahaya. 

© Favoroad
Isle of Man TT. Copyright: FavoroadIsle of Man TT.

Salah satu hal yang paling diwaspadai oleh para pesertanya adalah tikungan serta jalur treknya, dimana lintasan pada area tersebut hanya diapit oleh dinding batu, bahkan bangunan saja. Benturan yang terjadi tentu saja punya kemungkinan besar memakan nyawa. 

Kecepatan motor sendiri dalam ajang balap tersebut terhitung mencapai 321 km/jam. Itu kenapa balapan ini cukup dikatakan menjadi kompetisi balap yang memacu adrenalin bagi para pesertanya, bahkan sampai mengancam nyawa mereka. 

© INDOSPORT
Valentino Rossi saat memenangi titel pertama di ajang Grand Prix. Copyright: INDOSPORTValentino Rossi saat memenangi titel pertama di ajang Grand Prix.

Rossi sendiri sempat mengakui bahwa trek yang dilalui dalam ajang balap Isle Of Man TT tersebut masuk deretan lintasan paling ganas. Ia bahkan sampai menolak tawaran untuk turun balapan di ajang tersebut. Baginya, ia tak ingin ambil risiko atas nyawanya sendiri. 

"Balapan ini sangat berbahaya dan tak ada tempat sama sekali di ajang ini untuk melakukan kesalahan sekalipun," ungkap pembalap kawakan Yamaha Movistar tersebut, dikutip MCN.com. 

Setidaknya terdapat empat pembalap yang tewas pada ajang balapan yang dihelat pada musim 2016 kemarin. Sudah ada 255 pembalap yang meregang nyawa usai mengikuti laga tersebut. Kompetisi ini sendiri dihelat sejak 1907 silam.