Kasus Kekerasan Brimob ke Wartawan di Indonesia Open, Ini Kata PBSI

  • Tindakan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob Polda Metro Jaya terhadap wartawan peliput Indonesia Open 2017, memancing reaksi keras dari berbagai pihak.
  • Pihak Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) turut mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan anggota Brimob tersebut.

Senin, 19 Juni 2017 14:58 WIB
Penulis: Lanjar Wiratri | Editor: Gema Trisna Yudha
Anatara
wartawan LKBN ANTARA, Ricky Prayoya (kedua dari kanan) berjabat tangan dengan Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Metro Jaya, AKBP Heru Novianto. Copyright: Anatara
wartawan LKBN ANTARA, Ricky Prayoya (kedua dari kanan) berjabat tangan dengan Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Metro Jaya, AKBP Heru Novianto.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Indonesia Open 2017, Achmad Budiharto, menyayangkan kejadian kekerasan yang terjadi di arena turnamen berlevel dunia seperti Indonesia Open.

“Ya kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Di tengah kemeriahan dan keramaian seperti itu, seharusnya semua pihak harus bisa menahan diri,” ujar Budi kepada INDOSPORT.

Kekerasan Terhadap Jurnalis. Copyright: INDOSPORTKekerasan terhadap jurnalis.

PBSI pun mendukung agar kejadian tersebut diusut secara mendalam dan memberikan keadilan bagi pihak yang menjadi korban. “Saat ini masalah tersebut sudah diselesai kan dengan baik antara pihak kepolisian dan Antara,” tambahnya.

Baca juga:

Sebagai informasi, Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Metro Jaya AKBP Heru Novianto menyampaikan permintaan maaf kepada pimpinan LKBN Antara dan wartawan LKBN Antara, Ricky Prayoga yang menjadi korban kasus dugaan kekerasan anggota Brimob Polda Metro Jaya.

Indonesia Open. Copyright: YoutubeSejumlah oknum Brimob menggiring Ricky Prayoga di ajang Indonesia Open 2017.

"Kejadian ini cukup memalukan. Saya mewakili pimpinan Brimob Polda Metro Jaya memohon maaf atas kejadian ini, kami sadari anggota kami melakukan kesalahan," ujar AKBP Heru di Kantor Wisma Antara, Jakarta, Senin.

"Secara internal, kami sudah memeriksa Adam dan beberapa temannya," tambahnya.

Topik Terkait

Tulis Komentar Anda