Turun di Kejuaraan Dunia, Liliyana Natsir 'Tak Punya' Target Spesial

Kamis, 13 Juli 2017 20:20 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Kejuaraan Dunia bulutangkis tahun ini akan digelar pada Agustus 2107 mendatang di Glasgow, Skotlandia. Karenanya, ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pun mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi ajang bergengsi tersebut. Target pribadi pun diusung oleh pasangan senior di Pelatnas PBSI tersebut.

Liliyana Natsir menegaskan mereka belum bisa memasang target tinggi. Ia dan Tontowi Ahmad hanya ingin bermain maksimal karena saat ini Liliyana belum sepenuhnya sembuh dari cedera lutut yang dialaminya.

Baca Juga

"Di kejuaraan dunia nanti kita hanya ingin maksimal dengan keterbatasan yang ada. Makanya saya dan Owi (Tontowi) harus bekerja ekstra," ujar Liliyana Natsir.

© Herry Ibrahim/Indosport.com
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merayakan kemenangan di final Indonesia Open 2017. Copyright: Herry Ibrahim/Indosport.comTontowi Ahmad/Liliyana Natsir merayakan kemenangan di final Indonesia Open 2017.

"Saat kejuaraan dunia nanti, mudah-mudahan lutut saya lebih baik. Harusnya, saat ini saya istirahat total, tetapi itu tidak memungkinkan," sambungnya.

Liliyana Natsir juga menjelaskan saat ini ia terus melakukan latihan khususnya untuk penguatan kaki. Pebulutangkis asal Manado itu mengakui belum bisa melahap semua porsi latihan yang diberikan pelatih, lantaran kakinya terkadang masih sakit.

"Saat ini saaya terus latihan penguatan kaki buat Kejuaraan Dunia. Saya belum latihan berat, jadi lebih sering penguatan. Latihan teknik juga dibatasin, dan belum banyak yang saya ikuti," tutur atlet yang akrab disapa Butet tersebut.

© PBSI
Liliyana Natsir tak dapat melanjutkan permainan saat melawan wakil Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen akibat cedera lutut. Copyright: PBSILiliyana mengaku masih berkutat dengan cedera lutut jelang Kejuaraan Dunia 2017.

"Kalau latihan agak berat, saya takut bengkak dan kambuh lagi cederanya. Jadi saya harus sabar. Trauma dan sakit memang masih ada, terutama kalau dilapangan dapat bola di luar ekspetasi dan jika terlalu capek, kaki saya bisa bengkak, nyeri, dan juga kaku," jelas Liliyana.

Lebih jauh, Liliyana berharap mereka bisa menjalani pemusatan latihan di Jawa Tengah tepatnya di PB Djarum sebelum turun di kejuaraan dunia. Hal itu disebabkan baik Liliyana maupun Tontowi memiliki kenangan indah saat berlatih di sana. Sewaktu meraih emas di Olimpiade 2016 lalu, keduanya juga berlatih di Jawa Tengah.

"Saya pribadi punya kenangan indah saat latihan di Djarum. Kalau disana dapat suasananya, jadi mudah-mudahan bisa secepatnya kesana sehingga itu jadi motivasi buat kejuaraan dunia," harap Butet.

© Humas PBSI
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merebut tiket semifinal Indonesia Open 2017. Copyright: Humas PBSIButet menyebut dirinya lebih fokus untuk bisa merebut medali emas Asian Games 2018.

"Momen latihan di sana sampai juara Olimpade belum bisa lupa dan itu paling bersejarah. Kalau berbicara target, saya lebih ingin di Asian Games dapat emas karena sebelumnya hanya perak," tutup Liliyana Natsir.