Respons Kemenpora Terkait Sindiran Marcus Gideon

Jumat, 14 Juli 2017 23:48 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Rizky Pratama Putra
© Herry Ibrahim/Indosport
Raker Kemenpora dengan Komisi X DPR Perihal Dana SEA Games 2017. Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Raker Kemenpora dengan Komisi X DPR Perihal Dana SEA Games 2017.

Ganda campuran Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon belakangan menjadi perbincangan usai Marcus Gideon secara halus menyindir Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) lewat postingan di Instagram. Sindiran Marcus itu terkait dengan bonus juara All England yang hingga saat ini belum cair.

Usai menjuarai turnamen bergengsi All England 2017 di nomor ganda putra, baik Marcus maupun Kevin memang mendapat apresiasi dari pemerintah. Keduanya masing-masing dikabarkan akan menerima Rp250 juta dari Kemenpora bersama sang pelatih, Herry Iman Pierngadi yang bakal diberi bonus Rp100 juta.

Akan tetapi, hingga kini bonus tersebut belum juga diterima atau masuk ke masing-masing rekening para atlet dan pelatih. Ternyata bukan hanya Kevin/Marcus, juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto juga belum mendapatkan bonus yang dijanjikan. 

Rupanya Kemenpora memiliki beberapa alasan dibalik belum cairnya bonus empat atlet andalan Indonesia itu. Salah satu alasan utama adalah administrasi yang butuh proses cukup lama karena dana yang digunakan nanti adalah dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang harus dipertanggungjawabkan.

Hal itu diketahui melalui rilis resmi dari Kemenpora. Karenanya pihak Kemenpora berharap Kevin/Marcus maupun Praveen/Debby bisa bersabar. Kemenpora juga memastikan bonus yang dijanjikan akan tetap dipenuhi, hanya saja memang butuh proses yang cukup panjang.

Sebelumnya postingan Marcus Gideon di Instagram juga sudah direspon langsung oleh Menpora, Imam Nahrawi. Ia secara pribadi meminta maaf atas keterlambatan bonus tersebut dan berjanji akan menyelesaikan secepatnya hak dari para atlet.

© humas kemenpora
Menpora Imam Nahrawi melepas atlet pelajar Asean School Games. Copyright: humas kemenporaMenpora Imam Nahrawi melepas atlet pelajar Asean School Games.

Selain Menpora, juru bicara Kemenpora, Anindya Kusuma Putri  juga menjelaskan alasan dibalik tertahannya bonus para atlet. Ia menyatakan alasan birokrasi dan administrasi memang memakan waktu cukup lama karena dibutuhkan data yang akurat.

Berikut rilis Kemenpora terkait bonus Kevin/Marcus:

1. Bonus All England ini baru pertama kali dalam sejarah 'perbonusan' single event oleh pemerintah karena bentuk respek dan perhatian yg luar biasa pemerintah

2. Karena bonus itu berasal dari dana APBN, maka semua soal administrasinya harus benar, lengkap dan akurat karena pada saatnya akan dipertanggungjawabkan.

3. Karena ini model bonus baru, pasti butuh proses dan regulasi yg benar. Bonus tersebut baru diberikan khusus untuk juara All England dua edisi terakhir.

4. Bonus-bonus sebelumnya kepada atlet Olimpiade, SEA Games dan lainnya dipastikan akan cair.

6. Kevin/Marcus - Debby/Praven dimohon bersabar menunggunya, karena hal itu dalam prosesnya.

7. Sekarang sedang dievaluasi tentang pemberian bonus cash dan dialihkan ke bonus yang lebih produktif seperti PNS, beasisiswa studi, dan lainnya.