Ketum DPP PSI: Semoga Mas Hariyanto Bisa Men-Smash Para Koruptor

  • Grace Natalie menyambut gembira keputusan Hariyanto Arbi mendaftar sebagai caleg PSI.
  • Ketum DPP PSI itu berharap Hariyanto Arbi bisa memberikan perubahan signifikan terhadap olahraga di Tanah Air.
Rabu, 27 September 2017 13:54 WIB
Editor: Gregah Nurikhsani Estuning
© psi.id
Ketum DPP PSI, Grace Natalie Copyright: © psi.id
Ketum DPP PSI, Grace Natalie

Nada semringah tersirat dari Grace Natalie, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) usai mengetahui mantan atlet kebanggaan Indonesia, Hariyanto Arbi, memutuskan untuk mendaftar sebagai calon legislatif (caleg).

Grace berharap mantan juara All England dua kali (1993 dan 1994) itu bisa merealisasikan janjinya untuk memperjuangkan hak-hak dan kebijakan yang menguntungkan atlet.

Juara dunia Bulutangkis, Hariyanto Arbi. Copyright: swa.co.idMantan juara All England yang mendaftar caleg partai PSI, Hariyanto Arbi.

Hariyanto, di saat yang bersamaan, bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan atlet dan mantan atlet agar memiliki masa depan cerah, dan melalui PSI, ia mengaku ingin meneruskan perjuangannya untuk Indonesia yang menurutnya belum usai.

Semangat dalam tekad bulat yang diutarakan Hariyanto membuat Grace semringah dan berharap banyak padanya, termasuk menghabisi koruptor yang menggerogoti banyak elemen.

"Semoga mas Hariyanto nanti juga bisa men-smash para koruptor yang menggerogoti kesejahteraan atlet, serta memikirkan lebih jauh lagi problematika atlet seperti masalah perekrutan, pajak, pendidikan dan lain-lain," ujar Grace dikutip dari Antara.

Grace menambahkan, jika nanti Hariyanto sukses maju dan duduk di kursi parlemen, ia meminta agar cerita-cerita sumbang soal mirisnya nasib mantan atlet bisa berkurang.

Kisah minor mengenai pahlawan bangsa di Tanah Air memang belakangan sungguh mengkhawatirkan. Banyak dari mereka yang harus menjual piala atau medali untuk menyambung hidup.

"Semoga mas Hariyanto dapat memperjuangkan regulasi yang dapat menjamin nasib para mantan atlet agar jangan sampai ada lagi yang harus menjadi tukang pukul, tukang tagih utang, atau tukang parkir, padahal mereka pernah mengharumkan nama bangsa," tukas Grace.