PBSI Soroti Melempemnya Tunggal Putra di Hongkong Open 2017

Minggu, 26 November 2017 21:19 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti | Editor: Lanjar Wiratri
© Ramadhan/INDOSPORT
Susy Susanti saat diwawancarai di Pelatnas PBSI. Copyright: © Ramadhan/INDOSPORT
Susy Susanti saat diwawancarai di Pelatnas PBSI.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti angkat bicara soal pencapaian atlet Indonesia saat menjalani laga Hongkong Open 2017 di Fuzhou, Tiongkok dan Kowloon, Hong Kong, pada 21-25 November 2017. 

“Untuk evaluasi China dan Hong Kong Open target kita terpenuhi. Terutama untuk Kevin/Gideon yang secara konsisten bisa menjuarai dua turnamen tersebut. Salut untuk mereka karena di tahun 2017 ini, bisa mengumpulkan enam gelar juara,” kata Susy.

© Humas PBSI
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Copyright: Humas PBSIKevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

Indonesia memang berhasil membawa dua gelar dari China Open Super Series Premier 2017 dan Hong Kong Open Super Series 2017 melalui kemenangan pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Selain dua gelar tersebut, Indonesia juga menempatkan pasangan Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro sebagai semifinalis China Open Super Series Premier 2017 dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu sebagai runner up Hong Kong Open Super Series 2017.

© Humas PBSI
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Copyright: Humas PBSIGreysia Polii dan Apriyani Rahayu

“Untuk sektor lain, ganda putri cukup baik meski kami harus mengakui kemenangan pasangan Tiongkok di final. Tapi secara keseluruhan sektor ini mulai menunjukkan progres peningkatan prestasi yang cukup signifikan” ungkap Susy.

Menurut Susy,  untuk sektor lain dirinya akan melakukan evaluasi dan diskusi, agar di pertandingan berikut-berikutnya bisa mencapai target prestasi yang lebih baik lagi bagi para atlet Indonesia dalam menjalani laga-laga turnamen lainnya. 

Selain dua sektor tersebut, Susy juga menyoroti hasil pertandingan dari tim tunggal putra. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang memperkuat Pelatnas PBSI yang tak memberikan hasil memuaskan pada dua turnamen tersebut.

“Untuk tunggal putra konsistensi atlet-atlet kita harus ditingkatkan. Mereka harus lebih yakin dengan pola dan strategi permainannya pada saat main dengan lawan yang berbeda," ungkap Susy dari rilis yang diterima INDOSPORT. 

"Dalam peningkatan konsistensi tersebut, dibutuhkan latihan lebih lagi untuk pematangan teknik dan peningkatan fisik agar para pemain bisa lebih baik lagi hasilnya di pertandingan-pertandingan berikutnya," tutup peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.

2