Tim Indonesia Ungguli China, Medali Emas di Tangan?

  • Jonatan Christie berhasil kalahkan wakil China dengan rubber game di pertandingan pertama.
  • Sementara itu, skor kedua dicetak oleh pasangan Ahsan/Angga.
Minggu, 11 Februari 2018 19:28 WIB
Penulis: Riris Putri Ridaprilia | Editor: Matheus Elmerio Giovanni
© Humas PBSI
Jonatan Christie di Badminton Asian Team Championships 2018 Copyright: © Humas PBSI
Jonatan Christie di Badminton Asian Team Championships 2018

Langkah Indonesia untuk meraih medali emas telah terbuka lebar. Tim putra Indonesia berhasil mencuri dua angka pertama dari China dalam babak final Badminton Asia Team Championships 2018, lewat Jonatan Christie dan pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Angga Pratama.

Jonatan Christie yang bertemu dengan Shi Yuqi dalam pertandingan babak final yang berlangsung pada Minggu (11/02/18) sore WIB, bermain dengan sengit hingga pertandingan dilanjutkan dengan rubber game. Sementara itu Mohammad Ahsan/Angga Pratama yang bertemu dengan He Jiting/Tan Qiang mampu menghabisi lawan mereka dengan cukup mudah.

Jonatan mengawali game pertama dengan kurang meyakinkan, dirinya belum mampu mengatur tempo permainan dan akhirnya berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Shi Yuqi, yang menutup game pertama dengan skor 21-16.

Game kedua Jojo yang sudah memahami pergerakan lawan akhirnya bisa tampil lebih mendominasi. Jojo berhasil memaksa Shi Yuqi untuk bermain dalam rubber game setelah berhasil mengalahkan wakil China itu dengan skor 21-17. 

Game ketiga yang sengit pun akhirnya dapat diakhiri dengan kemenangan Jojo atas wakil China itu dengan skor 21-18. Pertandingan yang berjalan selama 1 jam 11 menit itu menjadi skor pertama untuk tim Thomas Indonesia.

© Humas PBSI
Jonatan Christie di Badminton Asian Team Championships 2018 Copyright: Humas PBSIJonatan Christie di Badminton Asian Team Championships 2018

Sementara itu, sektor ganda putra yang mempertemukan Ahsan/Angga dengan He/Tan hanya berjalan 36 menit. Meskipun sengit Ahsan/Angga dapat mengatasi wakil ganda China dengan 2 game dengan skor 21-19, dan 21-18.

Dengan memimpin telak 2-0, medali emas tentunya sangat diharapkan dapat menjadi milik Indonesia. Saat berita ini diturunkan Indonesia sedang diwakili oleh Anthony Sinisuka Ginting di sektor tunggal putra kedua. Ginting sendiri bertemu dengan wakil China Qiao Bin.