Berprestasi di Kejuaraan Asia, Kemenpora Beri Bonus Rp5 Miliar untuk Tim Bulutangkis Indonesia

  • Menpora Imam Nahrawi memberikan bonus Rp5 miliar untuk tim putra dan putri PBSI.
  • Sekjen PBSI menilai tim yagh ada saat ini sudah kompak dan tinggal dievaluasi agar lebih bagus.
Senin, 12 Februari 2018 20:29 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© HUMAS PBSI
Tim bulutangkis putra Indonesia menjadi pemenang di Kejuaraan Asia 2018. Copyright: © HUMAS PBSI
Tim bulutangkis putra Indonesia menjadi pemenang di Kejuaraan Asia 2018.

Tim bulutangkis putra Indonesia berhasil mengalahkan tim China dengan skor 3-1 pada babak final Badminton Asia Team Championship 2018 (BATC 2018)  Minggu (11/02/18) kemarin. Hasil itu sekaligus membuat Indonesia mempertahankan gelar yang sama setelah sebelumnya sukses di 2016 lalu.

Keberhasilan awal tahun ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menpora, Imam Nahrawi, mengatakan pihaknya akan memberikan bonus hingga miliaran rupiah tidak hanya pada tim putra, tetapi juga tim putri PBSI yang tahun ini menembus babak semifinal.

Hal itu dilakukan agar para atlet semakin semangat dan memicu serta menginspirasi cabang olahraga lain supaya ikut memberikan prestasi terbaik untuk bangsa dan negara.

© HUMAS PBSI
Tim putra Indonesia melakukan hormat saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Copyright: HUMAS PBSITim putra Indonesia melakukan hormat saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Kepada tim putra dan putri kurang lebih saya siapkan bonus total Rp5 Miliar , karena nanti PBSI yang akan mendistribusikan kepada semua anggota tim. Ini tradisi baru, karena ini baru, jangan dibandingkan dengan dua tahun yang lalu."

"Ini termasuk proses CPNS (calon pegawai negeri sipil)yang tetap berjalan dan tetap dilakukan tetapi mohon maaf, pelatih belum," ucap Menpora saat menerima tim bulutangkis PBSI, Senin (12/02/18) di kantor Kemenpora.

"Saya kira ini hal positif dan bisa menginspirasi cabang olahraga lain. Ini kerja tim jadi bukan hanya atlet juga melainkan tim pelatih juga sudah bekerja keras," imbuhnya.

Pada laga final kemarin Indonesia berhasil unggul lebih dulu dengan skor 2-0 lewat kemenangan tunggal putra, Jonatan Christie (menang atas Shi Yuqi  dengan skor 16-21, 21-17, dan 21-18) dan pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Angga Pratama yang menang dengan skor 21-19, 21-18 atas He Jiting/Tan Qiang.

© HUMAS PBSI
Momen tim putra saat menerima piala di final Asian Team Championships 2018. Copyright: HUMAS PBSIMomen tim putra saat menerima piala di final Asian Team Championships 2018.

Selanjutnya Rian Agung/Hendra Setiawan berhasil mengalahkan ganda muda China, Han Chengkai/Zhou Haodong dalam pertandingan dengan dua game langsung 21-14 21-19. Indonesia hanya melewatkan satu laga setelah tunggal putra, Antony Ginting kalah dari Qiao Bin dalam pertarungan ketat tiga set dengan skor 12-21, 21-11, dan 14-21.

Sekjen PBSI, Achmad Budiarto mengatakan baik tim putra maupun putri yang ada saat ini sudah solid dan hanya tinggal melakukan evaluasi untuk membenahi apa yang kurang saat ini. Tim saat ini juga dipersiapkan untuk kejuaraan bergengsi, Thomas dan Uber Cup 2018.

"Ini tim sudah solid dan setelah ini akan ada evaluasi secara keseluruhan dan tentukan penyusunan tim inti kurang lebih tidak banyak berubah. Thomas Uber dan Asian Games jadi salah satu fokus utama kita," tuturnya.

"Paling tidak kita sudah dapat pembelajaran yang baik dan jadi bekal motivasi yang lebih karena kita lihat kepercayaan diri yang tinggi itu bisa berdampak positif," tutupnya.