Serie A Italia

Eks Pelatih Milan: Liga China Buat Saya Tak Bisa Tidur

Tawaran menggiurkan yang datang dari salah satu klub Liga Super China diakui mantan pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic sempat membuatnya kebingungan. Pelatih berusia 47 tahun itu mengaku sempat tak bisa tidur saat menerima tawaran tersebut, Senin (09/01/17).

Senin, 9 Januari 2017 10:24 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
INTERNET
Pelatih Torino, Sinisa Mihajlovic. Copyright: INTERNET
Pelatih Torino, Sinisa Mihajlovic.

Pria yang kini menjabat sebagai pelatih klub Serie A Italia, Torino itu mengaku sempat mendapat tawaran menggiurkan dari klub Liga Super China pada akhir tahun 2016 lalu.

Namun ia akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran tersebut karena tak ingin setengah-setengah dalam menjalankan tugas, dan ingin menuntaskan tugasnya sebagai pelatih di Torino sesuai dengan kesepakatan.

"Pada bulan Desember, saya menerima tawaran untuk bekerja sebagai pelatih di China. Tapi saya putuskan untuk menolaknya, karena saya tidak suka meninggalkan pekerjaan setengah selesai," ungkap Mihajlovic seperti dikutip Fourfourtwo.


Sinisa Mihajlovic menolak tawaran klub China karena menghargai komitmen dengan Torino.

Namun demikian, diakui Mihajlovic, dirinya sempat kesulitan untuk tidur selama beberapa malam, karena memikirkan besarnya upah yang ditawarkan oleh klub asal China yang tak ingin ia sebutkan namanya.

"Sejujurnya, saya sempat tidak bisa tidur memikirkan upah yang bisa saya terima jika menerima tawaran tersebut. Tapi dalam kehidupan Anda harus membuat keputusan dan inilah keputusan saya," katanya.

Geliat klub-klub China dalam merekrut beberapa pemain dan pelatih kenamaan di Eropa dengan tawaran kontrak dan gaji selangit diakui Mihajlovic sangat menggiurkan. 


Sinisa Mihajlovic meminta agar pemain dan pelatih yang hijrah ke China karena motivasi uang tetap dihargai.

Namun ia meminta semua pihak untuk tetap menghormati para pemain dan pelatih yang akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran bergabung dengan motivasi uang.

"Kita harus tetap menghormati orang-orang yang bergabung ke sana dengan alasan uang, karena karier seorang pemain belum tentu akan lama," timpalnya.

"Karier pelatih mungkin bisa sedikit lebih lama. Tapi, di China kita bisa mendapatkan uang lima sampai enam kali lebih banyak dalam satu musim," tandasnya.

Tulis Komentar Anda