Mengenang Dua Penyelamatan Terbaik Achmad Kurniawan Jelang Akhir Masa Hidupnya

Publik sepakbola Indonesia tengah dirundung duka, menyusul mangkatnya salah satu kiper terbaik bangsa, Achmad Kurniawan ke haribaan Yang Maha Kuasa, Selasa (10/01/17).

Selasa, 10 Januari 2017 20:44 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
INDOSPORT
Mendiang kiper Arema, Achmad Kurniawan. Copyright: INDOSPORT
Mendiang kiper Arema, Achmad Kurniawan.

Achmad Kurniawan atau yang akrab disapa AK47 menghembuskan nafas terakhir pada usia ke-37 tahun di Rumah Sakit Umum (RSU) Syaiful Anwar, Malang pada sekitar pukul 17.00 WIB, setelah kurang lebih selama 12 hari berjuang melawan koma.

Penyakit asam lambung yang berujung pada serangan jantung dan gangguan gula darah diduga menjadi penyebab meninggalnya kakak kandung kiper Tim Nasional Indonesia, Kurnia Meiga Hermansyah tersebut.


Achmad Kurniawan dikunjungi perwakilan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto saat terbaring koma di RSU Syaiful Anwar.

Semasa hidupnya, AK dikenal sebagai sosok kiper cerdas yang sangat andal dalam memainkan posisinya. Meskipun namanya kurang begitu menggema ketimbang sang adik, kemampuan AK di bawah mistar tak bisa diremehkan.

AK memulai karier profesionalnya sebagai seorang kiper bersama Persita Tangerang di usia 16 pada tahun 2001. Performa gemilangnya di bawah mistar gawang Persita membuatnya masuk dalam skuat Tim Nasional Indonesia U-23 untuk Piala Asia pada tahun 2001.

Ia mengabdikan diri bersama Persita selama lima musim hingga tahun 2006, sebelum akhirnya bergabung bersama Arema Malang selama dua musim hingga tahun 2008. 

AK kemudian melanjutkan petualangannya berkarier di klub Indonesia selama satu musim di Persik Kediri pada rentang periode 2008-2009, sebelum bermain untuk Semen Padang pada medio 2009-2010. 


Achmad Kurniawan saat terakhir kali berseragam Arema di ajang TSC 2016.

Kiper kelahiran Jakarta 31 Oktober 1979 itu akhirnya kembali ke Arema pada tahun 2010 dan mendedikasikan hidupnya bersama klub kebanggaan Kota Malang itu hingga akhir hayatnya.

Jelang akhir hayatnya, ketangguhan AK di bawah mistar tak kunjung pudar. Pemilik tinggi badan 1,75 centimeter itu sangat diandalkan Arema pada gelaran kompetisi Torabika Soccer Championship 2016.

AK tampil bak pahlawan ditengah kendala besar yang dihadapi Arema, menyusul cedera yang dialami oleh dua kiper utama Kurnia Meiga, yang tak lain merupakan adik kandung AK.

Untung tak disangka, malang tak diduga, ajang TSC 2016 menjadi kompetisi terakhir yang diikuti oleh AK. Takdir berkata lain, Tuhan memanggilnya beberapa hari usai TSC berakhir.

Namun setidaknya, ada dua catatan gemilang yang berhasil ditorehkan AK di ajang tersebut yang mungkin akan selalu terkenang bagi publik Arema dan seluruh pencinta sepakbola Tanah Air. Berikut cuplikan videonya.

1. Jumat, 28 Oktober 2016 (Semen Padang 0-3 Arema)

2. Minggu, 11 Desember 2016 (PBFC 2-2 Arema)

Selamat jalan AK! Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Tulis Komentar Anda