Achmad Kurniawan: Rumor Keracunan dan Ancaman Gagal Jantung yang Hantui Pesepakbola

Rabu, 11 Januari 2017 | 22:20 WIB
Dunia sepakbola Indonesia dikejutkan dengan meninggalnya Achmad Kurniawan, penjaga gawang Arema, yang diduga meninggal akibat gagal jantung. Riwayat penyakit AK, begitu ia akrab disapa, menunjukkan bahwa banyak hal-hal yang menjadi hantu dalam perjalanan karier pesepakbola, Rabu (11/01/17).
Ian Setiawan/Indosport
Achmad Kurniawan meninggal dunia setelah berjuang selama berhari-hari di rumah sakit.
Achmad Kurniawan meninggal dunia setelah berjuang selama berhari-hari di rumah sakit.

Meski atlet-atlet profesional sering melakukan latihan dan berolahraga untuk menjaga kesehatan, mereka tidak mesti terhindar dari berbagai macam penyakit yang biasa di dapat orang-orang pada umumnya.

Menurut studi yang terangkum dalam November American Journal of Cardiology mengenai kesehatan jantung yang disusun oleh Harvard Medical School, baik atlet aktif maupun yang sudah pensiun, justru lebih berisiko terjangkit penyakit yang berhubungan dengan jantung, terutama atlet-atlet yang berkecimpung di olahraga berat seperti sepakbola, rugby, renang, dan lain-lain.

Peneliti dari Harvard yang meneliti skor pembuluh darah para pensiunan NFL (National Football League), melihat banyak sekali yang berpotensi mengalami serangan jantung meski sudah tidak aktif bertanding.

Hal ini disebabkan karena besarnya otot yang menyebabkan pembuluh darah menjadi menyempit. Parahnya, di lapangan mereka kerap beradu fisik dengan pemain lain, seperti tackle, tabrakan, dan hantaman tulang serta bagian vital lain.

Atlet, baik yang aktif maupun nonaktif, berpeluang mengalami tekanan darah tinggi dan diabetes. Apalagi asupan gizi tertentu membuat atlet terkadang mengindahkan gizi lain yang sebenarnya sangat dibutuhkan.

Meninggalnya Achmad Kurniawan seakan mengingatkan bahwa jantung menjadi ancaman serius bagi pesepakbola. Beberapa pesepakbola lain juga tercatat pernah tewas, bahkan ketika bertanding.

Achmad Kurniawan (AK) meninggal dunia setelah berjuang bangkit dari koma selama sepekan terakhir. Seperti diketahui, penjaga gawang senior Arema FC itu sempat ambruk lantaran mengalami gangguan jantung dan penyakit gula darah.

Sebelum tutup usia, AK diketahui dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar pada Kamis, 19 Desember lalu. Sang istri, Femmy Chintia, ketika itu menyebut kalau AK sempat mengeluh kelelahan.

Achmad Kurniawan sempat dibawa ke Rumah Sakit Prima Husada Singosari, Malang. AK juga sempat menjalani cuci darah. Tapi, setelah itu dia drop lagi dan tak sadarkan diri alias koma.

Media officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan jika Achmad Kurniawan mengalami serangan jantung. Hal itu diucapkannya ketika rumor yang berkembang mengatakan jika AK keracunan minuman.

"Tidak benar kalau ada berita keracunan minuman. Dia kena serangan jantung," katanya seperti dilansir laman resmi Arema FC.

Melihat keterangan dari Femmy Chintya, ternyata riwayat penyakit Achmad Kurniawan tidak pendek. Gula darah tinggi serta asam lambung menjadi indikasi bahwa penyebab meninggalnya AK tidaklah tiba-tiba, melainkan disebabkan oleh komplikasi yang akhirnya berujung gagal jantung.

Femmy melalui pesan singkat menjelaskan bahwa gula darah dari Achmad Kurniawan ini tinggi dan dirinya mengeluh sesak nafas dan juga di bagian jantungnya

Berdasarkan sepsis.org, diabetes yang disebabkan oleh gula darah tinggi atau karena terlalu rendah dapat menyebabkan jantung seseorang bermasalah. Bahayanya, hal tersebut tidak dapat dideteksi, dan aturan ketat mengenai makanan seringkali diabaikan oleh atlet demi tercapai kondisi fisik yang ideal.

Mengenai rumor keracunan, keharusan Achmad Kurniawan untuk cuci darah juga mengindikasikan kalau dia memang keracunan, bahwa darahnya sudah tercemar racun yang selama ini mengendap di darah mantan penjaga gawang Persik Kediri tersebut.

David Wilson tercatat sebagai pesepakbola pertama yang meninggal karena serangan jantung. Beberapa sumber menyebutkan jika penyakitnya muncul akibat kebiasaan merokok yang berat. Rekan-rekannya juga mengaku bahwa kebiasaan tersebut muncul akibat stress karena tuntutan untuk mengurangi berat badan dan trauma selama menjalani wajib militer.

Pada tanggal 5 Februari 1936, pemain Sunderland, Jimmy Thorpe, juga meninggal ketika bertanding. Sedikit berbeda dengan Wilson, ia didiagnosis mengalami diabetes setelah koma dan tak sadarkan diri di laga melawan Chelsea.

Masih banyak pesepakbola lain yang tewas saat bertanding di atas lapangan. Ini menjadi ancaman bagi atlet manapun yang tidak bisa menjaga kesehatannya dengan baik, bahwa sebugar ap pun tubuhnya, belum tentu aman dari penyakit yang bisa merenggut tubuhnya.

Editor : Gregah Nurikhsani Estuning