FIFA Tetapkan Format Baru Piala Dunia, Benarkah Demi Uang?

Pengubahan format jumlah tim yang berlaga di Piala Dunia mulai tahun 2026 mendapat sejumlah kritik. Salah satunya, keputusan tersebut dibuat demi keuntungan finansial bagi Federasi Sepakbola Dunia (FIFA), Rabu (11/01/17).
Rabu, 11 Januari 2017 16:11 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
© Istimewa
Piala Dunia FIFA 2026 akan memakai format baru. Copyright: © Istimewa
Piala Dunia FIFA 2026 akan memakai format baru.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengesahkan format baru Piala Dunia pada Selasa (10/01/17). Nantinya, akan ada total 48 tim yang berpartisipasi dengan rincian 16 grup yang terdiri dari 3 tim.

Format ini akan berdampak pada jumlah pertandingan, yang semula 64 menjadi 80 laga. Namun waktu pelaksanaan masih tetap dalam tempo 32 hari.

Infantino beralasan perngubahan ini bertujuan untuk mengembangkan kesempatan bagi negara-negara yang belum pernah mencicipi meriahnya pesta sepakbola dunia.

"Kita harus membentuk Piala Dunia ke dalam abad 21, makin banyak negara berkesempatan untuk bermimpi (main di Piala Dunia)," ungkapnya seperti dilansir Sky Sports.


Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Namun sejumlah kritikus berargumen bahwa proposal tersebut dimotivasi oleh uang. FIFA memprediksikan penghasilan bisa mencapai 5,3 miliar pounds (sekitar Rp86 triliun). Peningkatan ini berjumlah hampir satu miliar dolar AS dibandingkan Piala Dunia 2018 di Rusia.

Salah satu penemu grup kampanye reformasi FIFA, Damian Collins, mengungkapkan hal tersebut. "Ini bukan dilakukan demi alasan olahraga, murni untuk alasan finansial," katanya.

Meskipun banyak kritik, tak sedikit pula yang mendukung keputusan FIFA. Salah satunya datang dari petinggi FA, Stewart Regan.

"Kami percaya ini langkah positif, terutama untuk negara-negara yang lebih kecil. Hal itu juga bisa membuat negara-negara tadi berinvestasi lebih besar di bidang sepakbola dan pengembangan talenta muda mereka, dan akhirnya akan muncul keuntungan sosial yang signifikan," ungkap Regan.