Wujudkan Pembinaan, Coach Timo Beri Catatan Khusus untuk PSSI

Usai Kongres Tahunan, PSSI mulai menampakkan keseriusan untuk membenahi pembinaan pemain muda. Bahkan regulasi untuk kompetisi pun disegarkan dengan memberikan kesempatan kepada para pemain muda, Rabu (11/01/17).
Rabu, 11 Januari 2017 09:04 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
© INTERNET
Timo Scheunuman pernah menjabat sebagi Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI. Copyright: © INTERNET
Timo Scheunuman pernah menjabat sebagi Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI.

Regulasi baru kompetisi musim 2017 akan mencanangkan setiap klub Indonesia Super League (ISL) untuk wajib mengontrak 5 pemain U-23. Tiga di antaranya wajib dimainkan dalam setiap laga.

Setiap klub juga diwajibkan memiliki tim U-21 dan U-19. Hal ini dinilai PSSI sebagai perwujudan keseriusan mereka memberikan kesempatan para pemain muda untuk bisa mendapat kesempatan berkembang.

Kongres Tahunan PSSI di Bandung memutuskan untuk mengedepankan pembinaan pemain muda Indonesia.

Namun demikian, hal ini mendapat catatan khusus dari Timo Scheunemann. Mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI ini mengatakan sudah sepantasnya PSSI berkiblat pada pembinaan lewat akademi.

"Ya keputusan bahwa memiliki akademi sesuai standarisasi PSSI adalah ketentuan yang tidak bisa ditawar-tawar dengan pelbagai alasan," ujar Timo kepada INDOSPORT.

Timo Scheunemann menjadi salah satu sosok pelatih yang memiliki concern terhadap pembinaan pemain muda.

Selain itu, Timo menegaskan bahwa akademi yang dimaksud adalah akademi profesional dari setiap klub yang memiliki standarisasi internasional. Selain itu, pria yang akrab disapa Coach Timo ini berujar bahwa sarana dan infrastruktur, pelatih, serta scouting management yang profesional juga menjadi kunci jika ingin serius membenahi pembinaan usia.

"Yang terpenting track record, sudah jelas kinerjanya dengan pemain muda dan punya ilmu sepakbola modern," tambahnya.

PSSI sendiri belum ketuk palu soal siapa yang akan menjadi pelatih di kelompok usia U-16 hingga U-22. Sejumlah nama seperti Indra Sjafri, Wolfgang Pikal, Fachri Husaini, dan Rudy Eka Priyambada masuk sebagai nominator pelatih para Garuda Muda.