Winger PBFC Ini Tak Mau Jadi The Next Boaz Solossa

Rabu, 8 Maret 2017 | 18:27 WIB
  • Terens Puhiri menilai kapasitasnya masih jauh untuk dibandingkan dengan Boaz Solossa.
  • Terens Puhiri merasa dirinya masih jauh tertinggal dalam beradaptasi dalam masa seleksi.
Herry Ibrahim/Indosport
Winger PBFC yang dipanggil seleksi Timnas Indonesia U-22, Terens Puhiri.
Winger PBFC yang dipanggil seleksi Timnas Indonesia U-22, Terens Puhiri.

Boaz Solossa merupakan salah satu pesepakbola Tanah Air yang sering menjadi panutan dan juga idola bagi pemain muda Indonesia. Akan tetapi, salah satu pemain seleksi Tim Nasional (Timnas) U-22, Terens Puhiri menyatakan tidak ingin menjadi The Next Boaz Solossa.

Terens Puhiri sendiri merupakan salah satu pemain yang baru pertama kali dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas U-22. Pemain asal Papua tersebut terpanggil usai mengantarkan klubnya, Pusamania Borneo FC (PBFC) lolos ke babak final Piala Presiden 2017.

Kehadirannya di seleksi Timnas U-22 membuat banyak pihak berharap ia bisa menjadi The Next Boaz Solossa. Hal itu pun membuat Terens cukup bangga, akan tetapi pemain 20 tahun tersebut menegaskan bahwa ia belum pantas dan lebih memilih untuk menjadi diri sendiri.

Terens Puhiri saat jalani latihan dalam seleksi Timnas Indonesia U-22.

"Agak berat untuk gantikan Boaz. Tapi iya saya akan berusaha. Saya sih sangat senang dengan dianggap begitu (penerus Boaz). Tapi saya ingin menjadi diri sendiri," tutur Terens Puhiri.

Sementara itu mengenai adaptasi di seleksi Timnas U-22, Terens mengakui ia cukup tertinggal. Namun, winger PBFC itu tetap bertekad untuk terus berusaha dan mencoba flexible dalam penempatan posisi di atas lapangan.

"Ada rasa ketinggalan memang dari seleksi tahap dua dan tiga. Sementara untuk diganti posisi bermain saya harus siap. Saya juga bisa bermain di kiri, maupun second striker. Diseleksi ini baru bermain di kanan. Kalau klub pernah di sayap kiri," ungkap pemuda asal Papua tersebut.

Pada seleksi tahap ketiga ini,  Terens Puhiri mengaku sedikit mengalami nyeri pada otot pahanya dan sejauh ini sudah melakukan terapi seperti kompres es untuk memulihkannya.

Penulis : Petrus Manus Da' Yerimon
Editor : Ahmad Priobudiyono