Ini Hambatan Terbesar Pelatih Muda Indonesia di China

Jumat, 10 Maret 2017 16:43 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Rizky Pratama Putra
© Abdee/Celebest FC
Muhammad Yusuf Prasetiyo (kiri) bersama pelatih Rudi Eka Priambada. Copyright: © Abdee/Celebest FC
Muhammad Yusuf Prasetiyo (kiri) bersama pelatih Rudi Eka Priambada.

Pelatih muda asal Indonesia, Muhammad Yusuf Prasetyo baru saja menorehkan sejarah. Bagaimana tidak, diusianya yang terbilang masih muda, dia dipercaya menjadi pelatih kepala tim asal China, Lijiang FC U-15.

Namun meski berhasil menorehan sejarah, dia mengaku masih perlu beradaptasi saat berada di Negeri Tirai Bambu. Terlebih permasalahan cuaca dan bahasa masih menjadi batu sandungan dirinya.

"Perbedaan tentu ada di bahasa, itu menjadi masalah utama saya. Saya menyiasatinya dengan mengadakan classroom bahasa Inggris dan China sebelum pertandingan, selama 20 menit. Jadi 1 harinya saya belajar 10 kata dari China ke Inggris, dan saya juga belajar bahasa Inggris ke Inggris," ucapnya kepada INDOSPORT.  

Muhammad Yusuf Prasetyo kini mendapatkan kesempatan untuk melatih di China.

"Perbedaan selanjutnya yaitu cuaca. Di sini dingin sekali, jadi menggunakan jaket musim dingin. Dinginnya sampai 3 derajat Celcius. Sampai saat ini, saya belum bisa adaptasi dengan cuaca. Lebih sering di kamar setelah melatih," tambah dia.

Namun meski begitu, dia mengaku melihat ada hal positif di sepakbola China. Di mana mereka sangat menghargai pelatih dan fasilitas yang menunjang. 

"Perbedaan di Indonesia dan China, di sini disiplin, begitu respek terhadap pelatih. Juga fasilitas di sini lengkap mas," tutup dia.

878