Michael Essien: Solusi Bisnis dan Kebutuhan Tim Persib

  • Michael Essien resmi memperkuat Persib Bandung.
  • Perekrutan Michael Essien tidak terlepas dari segi bisnis.
  • Tak hanya itu, kedatangan Michael Essien merupakan solusi kebutuhan tim jelang Liga 1.

Rabu, 15 Maret 2017 14:34 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT/Persib
Pemain anyar Persib Bandung, Michael Essien. Copyright: Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT/Persib
Pemain anyar Persib Bandung, Michael Essien.

Raut wajah kaget, itulah kalimat yang bisa menggambarkan ketika para pencinta sepakbola nasional dan masyarakat Indonesia melihat pemberitaan dunia bal-balan Tanah Air dalam dua hari belakangan ini. Mereka heran dan bertanya-tanya, apa benar Michael Essien ke Persib Bandung?

Pemberitaan resminya mantan pemain Chelsea itu merapat ke Persib menjadi headline media khusus olahraga serta umum, baik elektronik dan cetak. Pertanyaan yang muncul dari pencinta sepkabola nasional dan masyarakat akhirnya terjawab.

Persib Bandung memperkenalkan Michael Essien sebagai pemain barunya. Pemain berumur 34 tahun itu akan menjadi bagian tim Maung Bandung di kompetisi resmi Liga 1 yang rencananya bakal bergulir pada 15 April 2017 mendatang.

Meski begitu, para pencinta sepakbola nasional dan masyarakat umum tentu bertanya-tanya. Banyak sekali pertanyaan yang muncul.

Berapa uang yang dikeluarkan Persib untuk merekrut Essien? Dia kan sudah tua, kok Persib tertarik? Persib kan butuhnya striker? Apa ini hanya bisnis?

Michael Essien saat diperkenalkan sebagai pemain anyar Persib Bandung.

Solusi Bisnis

Michael Essien kabarnya menerima gaji kurang sedikit dari 800 ribu euro atau Rp11,3 miliar. Angka Rp11,3 miliar adalah gaji terakhir dari sang pemain saat membela Panathinaikos, sesuai data Transfermarkt.

"Durasi lebih dari satu tahun dan ada opsi untuk memperpanjang," tambah Direktur Keuangan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono, saat menjelaskan kontrak Essien.

Direktur Keuangan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono, mengungkapkan alasan pihaknya merekrut Essien. Alasannya karena Persib ingin ikut serta meningkatkan nilai kompetisi di Indonesia di mata dunia.

"Alasannya untuk meningkatkan nilai kompetisi di Indonesia, kita datangkan pemain dunia yang pernah membawa juara. Mudah-mudahan Essien dapat membawa prestasi lebih bagus lagi untuk Persib, dan membawa kemajuan sepakbola di Indonesia," kata Teddy.

Michael Essien saat memperkuat Chelsea.

Namun, kedatangan Essien ke Persib lebih gamblang dan kelihatan jelas adalah untuk segi bisnis. Sebab, keutungan mendatangkan Essien akan menguntungkan segi penjualan tiket, merchandise, dan kedatangan banyak sponsor.

Banyak orang yang ingin menyaksikan Persib saat bermain di kandang dan tandang. Hal itu karena daya tarik Essien yang merupakan mantan pemain top dunia.

Semua orang yang biasa menonton Essien di layar kaca. Kini bisa menyaksikan aksi-aksi menawan pemain asal Ghana tersebut secara langsung tanpa mengeluarkan biaya yang cukup besar, seperti perjalanan pesawat jika ingin menyaksikan Essien bertanding ketika membela Chelsea dan lain-lain.

Lalu dalam segi merchandise. Sosok Essien yang pernah membela Chelsea, AC Milan, dan Real Madrid membuat banyak orang ingin membeli replika jersey Persib bernomor punggung dan bertuliskan namanya. Kemudian bertemu dengan dirinya untuk memintanya tanda tangan ketika Essien bertanding bersama Persib.

Terakhir adalah kedatangan banyak sponsor. Essien yang berlabel sebagai pemain top dunia bisa dijadikan para sponsor untuk membintangi iklan produk mereka, walaupun harus mengeluarkan uang untuk membayar sang pemain. Meski uang yang keluar tidak sebanyak non-sponsor Persib yang ingin menjadikan Essien bintang iklan produknya.

Michael Essien saat memperkuat Real Madrid.

Dengan begitu, nilai produk mereka akan mengingkat karena dikenal banyak orang, akibat pengaruh Essien yang menjadi bintang iklan. Sehingga, penjualan produk mereka akan meningkat dengan daya tarik iklan yang dibintangi Essien.

Di sisi lain, Persib pun mendapatkan keuntungan dari semua aspek tersebut. Tim Maung Bandung bisa dikatakan menjadi klub profesional dari segi administrasi dan bisnis, layaknya Madrid, Barcelona, dan Manchester United.

"Dampaknya yang jelas sangat bagus. Semua sponsor pengen kerja sama. Sama saja ibaratnya seperti di luar negeri kalau ada pemain seperti (Lionel) Messi, (Cristiano) Ronaldo, dikontrak langsung bikin kaos dengan sponsor-sponsornya, pasti laku keras. Di sini juga begitu, mungkin banyak  sponsor yang ingin masuk," ujar Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zaenuri Hasyim, yang memberikan keterangan dampak dari kedatangan Essien dalam hal sponsorship.

"Jujur, keinginan kita merekrut Essien, pertama kebutuhan tim untuk mencari yang punya kualitas. Kedua daya tarik. Apalagi sekarang ini sepakbolanya lebih aspek bisnis, banyak juga. Meningkatkan sepakbola Indonesia di luar," lanjutnya.

Michael Essien saat memperkuat Panathinaikos.

Solusi Kebutuhan Tim

Kedatangan Michael Essien untuk segi bisnis tentu sudah dipikirkan matang-matang sesuai kebutuhan tim Persib saat ini. Meski tim Maung Bandung membutuhkan seorang striker atau second striker.

Essien yang notabenenya merupakan gelandang bertahan ternyata bisa dimainkan dalam beberapa posisi. Ada empat posisi yang bisa dimainkan Essien sewaktu dirinya bermain di berbagai klub top Eropa.

Posisi pertama tentu gelandang bertahan. Ia bisa menjadi pemain di depan barisan lini belakang dengan tugas memotong aliran bola lawan. Formasi yang bisa digunakan adalah 4-2-3-1. Essien bisa berduet dengan Hariono.

Posisi kedua adalah gelandang tengah. Ia bisa menjadi sosok sentral lapangan tengah Persib untuk mengontrol ritme permainan. Formasi yang bisa digunakan adalah 4-1-4-1. Ia bisa berduet dengan Gian Zola atau Dedi Kusnandar, di depan Hariono yang bertindak sebagai gelandang bertahan.

Michael Essien saat diperkenalkan menjadi pemain anyar Persib Bandung.

Posisi ketiga merupakan gelandang serang. Michael Essien bisa ditempatkan sebagai gelandang serang/second striker di belakang target man dalam formasi 4-2-3-1.

Posisi keempat adalah bek tengah. Jika sewaktu-waktu Persib kekurangan bek tengah akibat cedera dan hukuman pertandingan, Essien bisa menjadi solusinya. Ia pernah dimainkan dalam posisi bek tengah kala membela Chelsea besutan Jose Mourinho.

Michael Essien saat berduel dengan Xabi Alonso.

Hal tersebut bisa menjawab kedatangan Essien juga menjadi solusi kebutuhan tim. Bahkan, pelatih Djajang Nurdjaman mendapatkan berkah yang lebih berarti karena Essien bisa memainkan empat posisi.

"Saya pikir dengan masuknya Essien bisa punya alternatif. Walau dia sering main di holding midfielder, tapi cara main dia bisa dribbiling dan shooting untuk cetak gol," ungkap pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.

Itulah sepakbola modern ke arah profesional. Mementingkan bisnis dan industri untuk kelangsungan klub serta pemain. Akan tetapi tidak meninggalkan segi kebutuhan tim demi prestasi.

Tulis Komentar Anda