Pandangan Raja Isa Soal Regulasi Marquee Player

  • Raja Isa menilai marquee player bisa menguntungkan klub dari sisi finansial.
  • Raja Isa juga menilai jika marquee player berpotensi menciptakan kesenjangan kualitas tim.
Selasa, 21 Maret 2017 03:08 WIB
Kontributor: Ian Setiawan | Editor: Ahmad Priobudiyono
© Internet
Pelatih asal Malaysia, Raja Isa bin Raja Akram Shah. Copyright: © Internet
Pelatih asal Malaysia, Raja Isa bin Raja Akram Shah.

Kebijakan PSSI menerapkan regulasi marquee player mendatangkan pro dan kontra. Banyak pihak yang sepakat, namun tak sedikit pula klub Liga 1 yang menolaknya secara tegas. 

Pelatih asal Malaysia, Raja Isa bin Raja Akram Shah berpandangan bahwa regulasi marquee player dengan mendatangkan pemain kelas bintang dunia ada nilai lebih maupun kekurangannya. 

"Secara pribadi, saya dukung regulasi itu karena sangat menguntungkan dalam segi entertainment," kata pelatih yang pernah membesut Persipura Jayapura itu.

"Bagaimanapun, kompetisi profesional seperti Liga 1 sangat membutuhkan unsur entertainment, di samping juga pembinaan," sambung pelatih yang kini membesut Persekam Metro FC.

Pelatih asal Malaysia, Raja Isa bin Raja Akram Shah.

Dampak positif dari penerapan marquee player itu bakal sangat terasa jika klub mampu memaksimalkan aspek non teknisnya. Berbagai keuntungan bakal didapatkan klub melalui peningkatan pemasukan dari tiket pertandingan maupun marchandise.

"Seperti Persib Bandung yang mendatangkan Michael Essien. Coba lihat, sudah berapa jersey dengan nama Essien yang terjual, padahal kompetisi belum dimulai," ulasnya.

"Selain itu, klub juga bisa meningkatkan animo penonton hadir ke stadion sehingga menambah pemasukan dari tiket," bekas pelatih Persiram Raja Ampat itu menambahkan.

Namun di sisi lain, Raja Isa juga punya atensi khusus pada dampak negatifnya. Pelatih kelahiran Malaysia itu takut dengan kemungkinan terburuk, yakni terciptanya kesenjangan kualitas tim.

"Mendatangkan marquee player memang butuh dana besar. Kesenjangan kualitas tim akan tercipta karena kondisi finansial klub berbeda-beda," tutupnya.