Gara-gara Bisikan Essien, Kinerja Wartawan Dibatasi

  • Djajang Nurdjaman beberkan bisikan Essien kepadanya.
  • Djajang menyebut jika Essien tak biasa dengan kebiasaan wartawan dalam negeri.
  • Djajang meminta agar wartawan bisa memaklumi jika dirinya lebih bungkam ke depannya.

Jumat, 19 Mei 2017 21:28 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Gregah Nurikhsani Estuning
[email protected] Essien
Marquee player Persib Bandung Michael Essien. Copyright: Instagram@Michael Essien
Marquee player Persib Bandung Michael Essien.

Bisikan sang megabintang Persib Bandung, Michael Essien kepada Pelatih Djajang Nurdjaman merugikan para wartawan. Pelatih yang akrab disapa Djanur ini tak lagi mau setiap saat menjawab saat dimintai pertanyaan. 

Pindah ke Indonesia sepertinya membuat Essien harus lebih cepat beradaptasi lagi. Sebab, selain kultur kebudayaan yang ia hadapi setelah hijrah ke Tanah Air, ia ternyata tidak biasa dengan kebiasaan wartawan Tanah Air.

Ia merasa kaget lantaran nyaris setiap hari ada saja wartawan yang datang memberikan pertanyaan kepada pelatihnya. Meski di Indonesia hal tersebut adalah wajar, nampaknya bagi eks Chelsea itu tidaklah demikian.

Michael Essien saat beraksi melewati hadangan para pemain Persipura Jayapura di pekan kelima Liga 1. Copyright: Muhammad Ginanjar/INDOSPORTMichael Essien saat beraksi melewati hadangan para pemain Persipura Jayapura di pekan kelima Liga 1.

"Essien kaget dan bertanya kepada saya. Kenapa para wartawan ini setiap hari tanya. Di sana (Eropa) gak seperti itu. Jadi kalau saya tidak ngomong tiap hari mohon dimaklumi dan tidak menjadi sebuah kewajiban (tidak bicara) mohon dimaklumi," ujar Djanur dalam press conference di Graha Persib, Sulanjana Bandung, Jumat (19/05/17). 

Djanur juga tidak bisa berjanji untuk bisa memberikan jawabannya saat dimintai pertanyaan. Ia siap menjawab tergantung keinginannya.

"Bagaimana mood saya saja," tegasnya.

Tidak hanya itu, bisikan Essien pun membuat Djanur untuk lebih membatasi para pemainnya yang juga tidak diperkenankan menjawab pertanyaan dari beberapa wartawan. 

"Karena sekali lagi dengan menjamurnya medsos, pemain mengeluh karena banyak umpatan dari Bobotoh. Karena Bobotoh tidak semua santun. Saya sebagai pelatih juga dapat umpatan. Saya enggak mengerti kenapa enggak ada respect karena terkadang pemain digiring dari pemberitaan juga," katanya.