Liga 1 Indonesia

Loyalitas dan Tradisi Bernama Persib Bandung

  • Persib Bandung sempat tertatih menjalani kompetisi Liga 1 musim ini.
  • Persib bahkan hampir ditinggal oleh Djajang  Nurdjaman sebagai pelatih yang sempat meyatakan mundur.

Minggu, 18 Juni 2017 18:24 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
INDOSPORT/Ghozi El-Fitra
Bobotoh menjadi salah satu kekuatan Persib. Copyright: INDOSPORT/Ghozi El-Fitra
Bobotoh menjadi salah satu kekuatan Persib.

Persib Bandung baru saja mengalami prahara di tengah bergulirnya Gojek Traveloka Liga 1. Maung Bandung sempat 'demam' kala kompetisi baru saja berjalan 9 laga.

Sejumlah Bobotoh sempat bersitegang dengan manajemen dan pemain terkait performa Persib di Liga 1. Apalagi masalahnya, kalau bukan krisis kemenangan.

Pangeran Biru, nama lain Persib Bandung, dianggap pendukung setianya tak bermain sesuai harapan mereka. Hingga pekan kedelapan, Persib baru menuai 3 kali kemenangan, 4 kali imbang, dan sekali kalah.

Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, pemain anyar Persib dan Michael Essien. Copyright: Persib BandungPelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, bersama pemain anyar  mereka, Michael Essien.

Sesuatu yang tentu saja tidak diharapkan para Bobotoh dengan persiapan full throttle Persib di awal musim. Michael Essien didatangkan sebagai marquee player.

Gebrakan awal Persib, meski bukan yang pertama kali, mendatangkan pemain yang tertera perah menjuarai Liga Primer Inggris dan Liga Champions pada curriculum vitae-nya.

Carlton Cole dikenalkan kepada wartawan di Graha Persib, Sulanjana Bandung. Copyright: Muhammad Ginanjar/INDOSPORTCarlton Cole dikenalkan kepada wartawan di Graha Persib, Sulanjana Bandung.

Tidak selesai sampai di situ saja, Carlton Cole, juga menyusul Essien sebagai rekrutan berikutnya. Pemain yang pernah merumput bersama Chelsea dan West Ham ini juga sesumbar bisa memberik kontribusi maksimal bagi Persib.

Atmosfer penyambutan yang luar biasa sempat membuat kedua pemain ini sempat terpukau. Mereka akhirnya tersadar bagaimana sebuah iklim sepakbola yang pernah disebut Antony Sutton dalam bukunya yang berjudul 'Sepakbola The Indonesian Way of Life', masih bisa disebut 'murni'.

Namun, adaptasi di manapun tempatnya tak pandang bulu. Baik Essien maupun Cole pun tersengat dengan gairah Bobotoh di awal kompetisi bergulir.

Kebanggaan dan Tradisi

Raut wajah tegang masih menyelimuti penggawa para pemain Persib Bandung saat melangkah masuk ke lapangan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Wajar saja, kekalahan dari Bali United di pekan sebelumnya masih menyisakan luka.

Persib Bandung belum menang lagi, dalam 3 laga terakhir jelang melawan Bhayangkara FC. Artinya, laga ini menjadi krusial karena tekanan pendukung yang kian menggila.

Lalu yang terjadi akhirnya seperti yang sudah diduga. Pemain Persib berlaga dengan langkah yang berat, tekanan berat di pundak masih menjadi pemicunya.

Imbasnya, Paulo Sergio sudah membobol gawang Maung Bandung di menit ke-27 pada babak pertama. Bobotoh pun tersiram bensin akibat gol ini.

Caption Copyright: INDOSPORT/Herry IbrahimFebri Hariyadi dikawal ketat oleh pemain Bhayangkara FC.

Keluar sebentar dari pertandingan, memburuknya permainan Persib di awal musim Liga 1 membuat pendukung menyerukan pergantian pelatih. Tanda pagar #DjanurOut mulai menggema di ranah maya, setelah Persib tampil tidak meyakinkan saat diimbangi PS TNI 2-2 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Raut wajah tegang masih menyelimuti penggawa para pemain Persib Bandung saat melangkah masuk ke lapangan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Wajar saja, kekalahan dari Bali United di pekan sebelumnya masih menyisakan luka.

Persib Bandung belum menang lagi, dalam 3 laga terakhir jelang melawan Bhayangkara FC. Artinya, laga ini menjadi krusial karena tekanan pendukung yang kian menggila.

Caption Copyright: INDOSPORT/Herry IbrahimSeruan para Bobotoh terkait penampilan buruk Persib di awal musim Liga 1.

Lalu yang terjadi akhirnya seperti yang sudah diduga. Pemain Persib berlaga dengan langkah yang berat, tekanan berat di pundak masih menjadi pemicunya.

Imbasnya, Paulo Sergio sudah membobol gawang Maung Bandung di menit ke-27 pada babak pertama. Bobotoh pun tersiram bensin akibat gol ini.

Puncak Erupsi di Bekasi

Keluar sebentar dari pertandingan, memburuknya permainan Persib di awal musim Liga 1 membuat pendukung menyerukan pergantian pelatih. Tanda pagar #DjanurOut mulai menggema di ranah maya, setelah Persib tampil tidak meyakinkan saat diimbangi PS TNI 2-2 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Hal ini diamini oleh Hawe Setiawan, seorang budayawan Sunda lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada sebuah wawancara yang dikutip dari laman resmi Persib, Hawe mengatakan bahwa fanatisme Bobotoh berangkat dari sebuah kebanggaan.

"Sense of belonging. Inilah yang menjadi pembeda Persib dari tim lain. Rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu seakan terwakili oleh nama besar Persib," tandas Hawe.

Caption Copyright: INDOSPORT/Herry IbrahimSalah satu bentuk kekecewaan Bobotoh kepada Persib Bandung.

Ini mengingatkan masyarakat pencinta sepakola nasional pada sebuah laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 32 tahun silam. Laga antara Persib vs PSMS Medan memecahkan rekor penonton saat itu.

SUGBK yang hanya berkapasitas 90 ribu penontong, meluber oleh para pendukung Persib dan PSMS. Tempo.co bahkan pernah mengupas sebuah data bahwa setidaknya ada 120 ribu penonton yang membanjiri final piala perserikatan kala itu, rekor yang belum terpecahkan hingga hari ini.

Penonton saat final Piala Perserikatan 1985 memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak. Copyright: harian sinar harapanPenonton saat final Piala Perserikatan 1985 memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak.

Oke, kembali lagi ke babak kedua di Stadion Patriot, yang sudah hampir selesai waktu pertandingan. Persib masih kebingungan mencari jalan untuk memecah kebuntuan.

Masuknya Michael Essien yang memiliki pengalaman meraih Liga Champions bersama Chelsea pun tak sanggup membantu. Alih-alih menyamakan kedudukan, Ilham Udin Armayn justru kembali melukai gawang Persib lewat golnya, 8 menit jelang laga usai.

Caption Copyright: INDOSPORT/Herry IbrahimKim Kurniawan sempat diserbu Bobotoh yang memaksa masuk ke lapangan.

Alarm bahaya pun seketika berbunyi, emosi dan kekesalan para pendukung yang sudah di ubun-ubun mebuncah. Puluhan Bobotoh menyerbu masuk ke lapangan dan sempat melumpuhkan pertandingan.

Mereka menghampiri para pemain dan mempertanyakan dedikasi mereka untuk Persib. Kim Kurniawan dalam sebuah berita yang dilansir dari Vikingpersib.co.id, pun menangis dengan kata-kata yang diungkapkan Bobotoh kepada para pemain Persib.

"Iya saya tidak bisa nyalahkan mereka, kecintaan mereka begitu terasa. Mereka menangis. Yang masuk lapangan tadi bilang suruh kasih tahu yang lain harus main pakai hati dan katanya jauh-jauh datang untuk dukung Persib," kata Kim.

Caption Copyright: INDOSPORT/Herry IbrahimBobotoh menyerbu masuk ke lapangan saat Persib kalah dari Bhatyangkara FC.

Hal ini tentu saja mendukung apa yang dikatakan Hawe Setiawan sebelumnya. Bobotoh datang karena panggilan tradisi, bukan hanya sebagai pemanis fanatisme tribun saat Persib berlaga.
Persib pun akhirnya pulang dengan tangan hampa. Laga keempat mereka secara beruntun tanpa kemenangan.

Hal yang tidak bisa diterima oleh klub yang memiliki pemain sekelas Michael Essien dan Carlton Cole. Dua sosok yang sesumbar bisa membawa Persib juara kala diperkenalkan pertama kali kepada publik Bandung.

Semangat membara Bobotoh pun akhirnya berdampak negatif untuk Persib sendiri. Maung Bandung belakangan mendapatkan sanksi tegas dari Komisi Disiplin (Komdis PSSI).

Komdis menghukum Persib dengan denda Rp45 juta karena ulah suporternya. Selain itu, Bobotoh juga diwajibkan tampil tanpa atribut kala mendukung Persib di satdion.

Persib Tetaplah Persib

Djanur kali ini menyerah dengan kepercayaan dirinya. Pelatih yang sudah menyumbang trofi Liga Super Indonesia 2014, setelah dahaga Persib selama 19 tahun, pun menyatakan mundur.

Keputusan Djanur membuat Essien terpukul dan Raphael Maitimo yang berucuran air mata di ruang ganti Stadion Patriot Candrabhaga. Maung Bandung pun semakin limbung.

Tapi, Persib tetaplah Persib. Kebanggaan dan Tradisi menjadi lem pelekat setiap penggawa dan pendukung.

Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman. Copyright: INDOSPORT/Herry IbrahimPelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, sempat menyatakan mundur usai kalah 2 kali beruntun.

Evaluasi penuh dilakukan oleh jajaran petinggi klub. Belakangan, manajemen akhirnya menolak pengunduran diri Djanur yang diumumkan melalui laman resmi klub.

Desakan Bobotoh kepada manajemen untuk segera mengevaluasi tim juga datang. Sejumlah perwakilan pencinta setia Persib bahkan menyambangi Graha Persib, di Jalan Sulanjana, Bandung.

Puluhan Bobotoh menggelar aksi damai depan Graha Persib, Jalan Sulanjana Bandung. Copyright: Muhammad Ginanjar/INDOSPORTPuluhan Bobotoh menggelar aksi damai depan Graha Persib, Jalan Sulanjana Bandung.

Mereka mendesak agar ada perbaikan performa dari Maung Bandung. Hal ini semakin membuat suasana bertambah panas.

Kebangkitan pertama sudah tercipta kala  melawa Persiba Balikpapan. Persib sukses menang 1-0 di depan pendukungnya sendiri.

Namun demikian, kebangkitan ini juga masih diiringi langkah skeptis dari para pendukung. Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang biasnya membiru dengan para Bobotoh, nampak sedikit lengang.

Akan tetapi, jawaban dari protes para pendukung pun muncul dari hasil laga tersebut. Viking clap, sebagai tradisi kemenangan kembali bergema dan diharap bakal terjadi lagi lebih banyak di laga selanjutnya.

Satu bukti lagi, bahwa kebanggaan dan tradisi tetap menjadi roh utama Persib. Maung Bandung masih fasih melawan krisis dengan kemampuan mengedepankan kebanggaan. 

Tulis Komentar Anda