Liga 1 Indonesia

Arthur Irawan ke PS TNI, Ini Syarat dari Persija

  • Arthur Irawan diperkirakan akan hengkang dari Persija.
  • Bila Arthur ke PS TNI, Persija minta barter pemain.
Sabtu, 12 Agustus 2017 13:47 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor: Rizky Pratama Putra
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Espanyol, Quique Sanchez Flores, dan pemain Persija, Arthur Irawan. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Espanyol, Quique Sanchez Flores, dan pemain Persija, Arthur Irawan.

Kemunculan Arthur Irawan pada sesi latihan pagi PS TNI, Jumat, (10/08/17) menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, pemain berusia 24 tahun itu merupakan penggawa Persija Jakarta.

Arthur dikabarkan akan merapat ke skuat The Army, julukan PS TNI, pada putaran kedua kompetisi. Persija selaku sang empunya pemain, malah tidak mengetahui kabar hengkangnya Arthur tersebut.

"Saya tidak tahu. Coba kamu tanya ke manajemen apa benar Arthur ke PS TNI. Yang pasti pihak manajemen tidak memberitahukan kepada saya," ucap pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco.

Penggawa anyar Persija Jakarta, Arthur Irawan. Copyright: http://jakonline.asia/@irawan_arthurBek Persija Jakarta, Arthur Irawan.

Bila pun Arthur memilih untuk membela PS TNI, Persija akan bersikap legowo. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut hanya meminta satu persyaratan. Yaitu pertukaran pemain.

"Saya lebih senang jika memang Arthur ke PS TNI dan kami mendapatkan satu pemain PS TNI, jadinya barter pemain," jelas pelatih berusia 43 tahun itu.

"Seperti Jefri Kurniawan yang kami pinjamkan ke Borneo FC dan kami mendapatkan Michael Orah. Itu kami lakukan karena memang kebutuhan," tambahnya. 

Penggawa anyar Persija Jakarta, Arthur Irawan. Copyright: Instagram @arthurirawanArthur Irawan dikabarkan bakal merapat ke PS TNI.

Apalagi dalam skuatnya, Teco masih membutuhkan bek kanan sebagai pelapis Ismed Sofyan. Arthur pun merupakan pemain multiposisi. Bisa bermain di pos mana saja di lini belakang.

"Jadi lebih baik Persija dan PS TNI sama-sama mendapatkan untung, tetapi semua itu urusan manajemen Persija yang mengurusi itu. Saya hanya menginginkan adanya barter," tutup mantan asisten pelatih Persebaya Surabaya itu.