Berebut Jadi Eksekutor, Hubungan Neymar dan Cavani di PSG Retak?

Senin, 18 September 2017 13:06 WIB
Penulis: Fitriawan Nur Indrianto | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© getty images
Neymar dan Cavani saat hendak melakukan eksekusi tendangan bebas. Copyright: © getty images
Neymar dan Cavani saat hendak melakukan eksekusi tendangan bebas.

Ada wajah frustasi dari para bintang Paris Saint-German (PSG) saat laga kontra Lyon di pekan keenam Ligue 1 Prancis, Senin (18/09/17) dini hari tadi. Hingga turun minum, tim bertabur bintang itu tidak mencetak satu gol pun ke gawang lawan, walau berujung pada kemenangan 2-0 untuk skuat Unai Emery.

Rasa frustasi itu menyebabkan timbulnya cek-cok di antara para pemain PSG dalam pertandingan tersebut. Dikutip dari Daily Mail, perselisihan itu digadang-gadang sebagai awal keretakan hubungan antara dua penyerang mereka, Edinson Cavani dan Neymar Jr.

© dailymail.co.uk
Cavani dan Neymar beradu mulut untuk menjadi eksekutor penalti Copyright: dailymail.co.ukCavani dan Neymar beradu mulut untuk menjadi eksekutor penalti

Awalnya, perselisihan terjadi antara Edinson Cavani dan rekan senegara Neymar, Dani Alves. Saat itu, PSG mendapatkan hadiah tendangan bebas di luar kotak penalti. Cavani sudah bersiap-siap untuk meletakkan bola dan mengeksekusi tendangan bebas namun bola kemudian direbut oleh Alves yang kemudian diserahkannya kepada Neymar.

© dailymail.co.uk
Dani Alves merebut bola Edinson Cavani sata hendak melakukan tendangan bebas. Copyright: dailymail.co.ukDani Alves merebut bola Edinson Cavani sata hendak melakukan tendangan bebas.

Hingga pada akhirnya, Neymarlah yang menjadi penendang tendangan bebas tersebut. Sayang, tendangannya justru gagal menghasilkan gol lantaran berhasil ditepis oleh Anthony Lopes, dan membuat Cavani kesal.

Tak berhenti sampai situ, cekcok kembali terjadi saat PSG mendapatkan tendangan penalti pasca Kylian Mbappe dijatuhkan di kotak terlarang. Perdebatan tentang siapa yang akan kembali menjadi eksekutor kembali terjadi, yang mana berhasil dimenangkan oleh Cavani.

Namun lagi-lagi, PSG gagal mencetak gol melalui kaki pemainnya sendiri lantaran lesakkan Cavani masih menemui mistar gawang Lyon, setelah sebelumnya sempat ditepis oleh sang kiper.

Mungkinkah hal tersebut benar menjadi indikasi keretakan dua pemain bintang terebut? Pasalnya, memiliki banyak pemain bintang di satu sisi justru kerap menjadi kekurangan sebuah tim. Setiap pemain bintang biasanya memiliki kualitas individu yang menonjol namun tak jarang memiliki ego yang besar pula.

Walau tidak ada satupun pemain PSG yang mencetak gol, namun skuat Unai Emery tetap mampu meraih tiga poin dengan kemenangan 2-0. Dua gol yang bersarang dihasilkan oleh dua gol bunuh diri yang dilakukan oleh pemain Lyon, yakni Marcelo pada menit 75, dan Jeremy Morel di menit 86.

4.2K