Kualifikasi Piala AFC U-16 2018

Lawan Thailand di Kualifikasi Piala Asia, Juru Gedor Timnas U-16 Ingin Balas Dendam

  • Penyerang Timnas Indonesia U-16, Bagus Kahfi menganggap Thailand sebagai lawan terberat di Kualifikasi Piala Asia U-16 2018 Grup G.
  • Bagus selalu mengunci posisi striker tunggal pada dua pertandingan Timnas U-16.
Rabu, 20 September 2017 09:32 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor: Yohanes Ishak
© PSSI
Skuat Timnas Indonesia U-16. Copyright: © PSSI
Skuat Timnas Indonesia U-16.

Amirudin Bagus Kahfi Alfikri menyimpan hasrat balas dendam kepada Thailand. Penyerang Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 tersebut masih teringat betul dengan kenangan pahit di Piala AFF U-15 pada Juli 2017 lalu.

Kala itu, Garuda Asia, julukan Timnas U-16, takluk 0-1 dari Thailand pada pertandingan kedua Grup A. Hasil itu membuat mental Timnas U-16 jatuh. Pada akhirnya, pasukan Fakhri Husaini gagal melangkah ke babak selanjutnya.

Kedua tim bakal kembali bersua pada lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-16 2018 Grup G di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Rabu (20/09/17) malam nanti. Bagus menganggap, Thailand sebagai rival utama Garuda Asia di fase kali ini.

Timnas U-16 Thailand Copyright: InternetTimnas U-16 Thailand saat sedang latihan.

“Lawan terberat sudah pasti Thailand. Kita sempat bertemu di Piala AFF U-15 2017 dan kalah karena kemasukkan di menit-menit akhir. Sudah tentu kita ingin membalaskan kekalahan nantinya,” ucap Bagus belum lama ini.

Stiker Timnas Indonesia U-16, Bagus Kahfi. Copyright: Muhammad Adiyaksa/INDOSPORTStiker Timnas Indonesia U-16, Bagus Kahfi.

Timnas U-16 telah melakoni dua pertandingan Grup G melawan Kepulauan Mariana Utara dan Timor Leste. Masing-masing Garuda Asia kucilkan dengan skor 18-0 dan 3-1.

Pada dua pertandingan itu, Bagus selalu bermain sejak menit awal. Sebagai pengisi posisi striker tunggal pada formasi 4-3-3 kesukaan Fakhri, penyerang berusia 15 tahun tersebut nyaman bertarung sendirian di kotak penalti lawan. Buktinya, Bagus telah mengoleksi tiga gol sejauh ini.

“Kalau saya sih, lebih nyaman menjadi striker tunggal. Karena tidak ada kesulitan. Sebab, kita sudah membangun chemistry sejak lama dengan rekan setim,” pungkas Bagus.