Liga 1

Dibobol PSM 5 Gol, Kiper Timnas Satria Tama Tetap Dipuji

  • Persegres Gresik United takluk 1-5 dari PSM Makassar pada pekan ke-25 Liga 1.
  • Satria Tama yang dibobol 5 kali tetap mendapatkan pujian dari sang pelatih.
Sabtu, 23 September 2017 17:39 WIB
Kontributor: Basri | Editor: Ramadhan
© Instagram/Satria Tama
Satria Tama, penjaga gawang Timnas Indonesia. Copyright: © Instagram/Satria Tama
Satria Tama, penjaga gawang Timnas Indonesia.

Kenyataan pahit harus diterima penjaga gawang Timnas Indonesia U-22, Satria Tama. Bagaimana tidak, saat memperkuat klubnya Persegres gresik United melawan PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta, Makassar, Jumat (22/09/17) kemarin, gawangnya lima kali kebobolan.

Kendati demikian, pelatih Persegres, Hanafi tetap memberi apresiasi pada penggawa mudanya tersebut. Menurutnya, Satria tama tetap menunjukkan kelasnya, terutama pada babak kedua yang berkali-kali menggagalkan peluang dari para pemain Juku Eja.

“Soal Satria Tama, saya sebenarnya kasihan di babak pertama. Saya sebenarnya juga mau menggantikan dia. Tapi di babak kedua dia tampil luar biasa,” kata pelatih Persegres Gresik United, Hanafi usai pertandingan di Makassar, Jum'at (23/09/17) kemarin.

Hasil pertandingan PSM Makassar vs Gresik United. Copyright: INDOSPORTHasil pertandingan PSM Makassar vs Gresik United.

Selepas mengantar Timnas Indonesia U-22 meraih juara ketiga di SEA Games 2017 beberapa waktu lalu, Satria tama memang kembali menjadi tumpuan Persegres di bawah mistar gawang. Kepiawaiannya menjaga gawang dari serbuan lawan sangat dibutuhkan Persegres.

Bahkan sebelum kontra PSM Makassar, Satria Tama sukses mengantarkan Laskar Joko Samudro meraih kemenangan atas tamunya Barito Putra (2-1). Dalam laga tersebut, penampilan pemain kelahiran 23 Januari 1997 tersebut turut menuai pujian.

Kiper Gresik United, Satria Tama. Copyright: Muhammad Nur basri/INDOSPORTKiper Gresik United, Satria Tama.

Lima gol yang bersarang ke gawang Persegres dari tuan rumah PSM Makassar masing-masing dicetak Zulham (‘4), Ferdinand Sinaga (’25), Wiljan Pluim (’27, ’91), dan Titus Bonai (’90). Sementara gol hiburan Persegres hanya membalas sekali lewat lesakan David Faristian (’60).

Hasil ini membuat Persegres semakin terpuruk di dasar klasemen sementara dengan 10 poin. Bahkan, gelontoran lima gol itu juga membuat catatan kemasukan mereka menjadi 62 gol, jadi yang terburuk di Liga 1.