Ini Rahasia Ketajaman Lukaku di Manchester United

  • Romelu Lukaku menjadi penyerang tajam Manchester United sejauh ini, dengan mencetak delapan gol dalam delapan laga yang telah dilakoninya di segala ajang.
  • Di balik performa gemilangnya, terdapat hal menarik yang membuat dirinya menjadi tajam dalam mengoyak jala lawannya.
Selasa, 26 September 2017 05:53 WIB
Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© INDOSPORT
Romelu Lukaku tengah melakukan selebrasi dengan membawa bola usai mencetak gol. Copyright: © INDOSPORT
Romelu Lukaku tengah melakukan selebrasi dengan membawa bola usai mencetak gol.

Penyerang baru Manchester United, Romelu Lukaku, tampil beringas hingga pecan keenam Liga Primer Inggris musim ini. Mantan penyerang Everton ini tercatat telah mencetak enam gol di Liga Primer, dan secara keseluruhan telah mencetak delapan gol serta satu assist di segala ajang.

Raihan tersebut sempat menjadikan dirinya sebagai penyerang tertajam yang pernah berseragam Setan Merah. Hal ini dikarenakan dirinya yang telah mencetak delapan gol dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan kompetisi resmi berjalan.

Hal tersebut mengalahkan Zlatan Ibrahimovic, yang musim lalu menjadi tulang punggung Man United. Tercatat, penyerang kawakan asal Swedia itu baru bisa mencetak delapan gol di bulan November, saat menahan imbang Swansea City di Old Trafford.

Tentunya, di balik performa gemilang Lukaku di atas lapangan terdapat kerja keras dirinya saat menjalani latihan. Dilansir oleh The Sun, seorang narasumber dalam pengurus Carrington Training Complex, tempat pelatihan skuat Man United, mengatakan Lukaku setidaknya menghabiskan beberapa jam pasca sesi latihan wajib usai.

Dirinya tidak sendiri, bersama dengan Marcus Rashford dan juga Anthony Martial, setiap harinya pasca latihan wajib usai, mereka bertiga akan melakukan latihan lainnya seperti berlari, latihan melakukan tendangan, melakukan umpan-umpan pendek, dan sebagainya selama beberapa jam.

Romelu Lukaku dan Anthony Martial. Copyright: INDOSPORTRomelu Lukaku dan Anthony Martial.

“Dia sangat baik ketika dating ke sini. Dia berusaha membaur bersama beberapa pemain lainnya, terutama yang lebih muda seperti Rashford dan Martial,” ucap narasumber yang enggan disebut namanya tersebut.

“Mereka akan bertahan di atas lapangan latihan beberapa jam setelah latihan wajib usai. Mereka akan melakukan latihan tambahan seperti berlari, menembak ke gawang, hingga melakukan umpan-umpan pendek,” tambahnya.

Sayang, kerja keras Lukaku untuk menampilkan performa terbaiknya itu justru tidak diapresiasi oleh sekelompok fans Man United yang rasis. Seperti yang kita ketahui, beberapa oknum fans Setan Merah sempat menyanyikan lagu berbau rasis kepada penyerang berusia 24 tahun tersebut.