Liga 1 Indonesia

Kompetisi Terancam Dibubarkan PSSI, Menpora Tunggu Laporan Resmi

Senin, 9 Oktober 2017 14:03 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Rizky Pratama Putra
 Copyright:

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi masih enggan ikut campur akan permasalahan yang melanda Gojek Traveloka Liga 1. Baginya permasalahan yang terjadi di kasta tertinggi sepakbola ini menjadi pekerjaan rumah operator dan PSSI selaku federasi.

Seperti diketahui Liga 1 kembali menimbulkan gejolak. Ihwalnua bermula pada Forum Komunikasi Kelompok Sepakbola Profesional Indonesia (FKKSPI) yang mewakili 15 klub peserta Liga 1.

© Muhammad Adiyaksa/INDOSPORT
Gede Widiade (kedua dari kanan). Copyright: Muhammad Adiyaksa/INDOSPORTGede Widiade dan para inisiator FKKSPI yang mengancam bakal mogok dari Liga 1.

Forum ini menaruh rasa kekecewaan terhadap PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator. Bahkan mereka mengancam akan melakukan mogok bertanding. 

Tak sampai di situ, permasalahan ini pun sampai di telinga Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Mendengar kabar ini, pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad ini mengancam akan membubarkan Liga 1 bila terjadi kekisruhan seperti ini.

© INDOSPORT/Zainal Hasan
Jajaran pengurus PT LIB mempersilahkan klub untuk melakukan aksi mogok. Copyright: INDOSPORT/Zainal HasanJajaran pengurus PT LIB mempersilahkan klub untuk melakukan aksi mogok.

Menanggapi hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi turut angkat bicara. Namun dia masih belum mau mengambil tindakan tegas dan akan menunggu laporan resmi terkait permasalahan ini.

"Saya bakal menunggu laporan resmi dari mereka dan federasi (PSSI). Seperti apa sih, kok ada hal-hal kaya gini lagi," ucap Imam, Senin (09/10/17).

Bukan tanpa alasan Imam masih belum mau bersifat reaktif terkait permasalahan ini. Imam masih memberikan ruang terhadap PSSI selaku federasi dan PT LIB selaku operator menyelesaikan permasalahan tersebut.

© Kesuma Ramadhan/INDOSPORT
Ketua PSSI, Edy Rahmayadi. Copyright: Kesuma Ramadhan/INDOSPORTKetua PSSI, Edy Rahmayadi.

"Belum ada pikiran ke sana. Yang pasti teman-teman juga kan sudah tahu tata cara organisasi. Coba selesaikan dulu dari internal mereka."

"Jangan sampai nanti pemerintah dituduh intervensi. Sekarang pemerintah tidak mau intervensi," tutup pria asal Bangkalan ini.
 

421