(GALERI FOTO) Ketegangan dalam Play-off "Khusus" PSBK Blitar vs Persewangi Banyuwangi

  • PSBK Blitar sukses meraih kemenangan atas Persewangi Banyuwangi dengan skor tipis 1-0.
  • Namun dalam pertandingan tersebut, diwarnai dengan aksi kekerasan dari kedua tim.
Rabu, 11 Oktober 2017 11:33 WIB
Editor: Yohanes Ishak
Perselisihan antara pemain PSBK Blitar melawan Persewangi Banyuwangi. Perselisihan antara pemain PSBK Blitar melawan Persewangi Banyuwangi. PSBK Blitar vs Persewangi Banyuwangi. Pemain Persewangi mengejar wasit karena protes terkait pelanggaran penalti tidak digubris Aksi Deki Rolias Candra yang membuka baju dan diikuti sembilan pemain lainnya, sebagai protes kartu merahnya di menit 15. Pemain Persewangi sengaja menginjak pemain PSBK lantaran kesal adanya pelanggaran yang dianggap sengaja. Dua pemain cadangan Persewangi, melayangkan tendangan karate terhadap Andik Zulianto yang berakibat pemain PSBK itu tersungkur kesakitan. Wasit Suhardiyanto pun dibuat sibuk melerai pertengkaran pemain kedua tim sepanjang pertandingan. Ratusan polisi, merapatkan barisan untuk pengamanan pasca mengusir sejumlah penonton yang diduga provokator di tribun. Dadang Apridianto terus mengintervensi keputusan wasit atas berbagai pelanggaran timnya. Puluhan anggota polisi termasuk intel, berusaha mengamankan tawuran massal kedua tim yang memuncak di menit 86, sekaligus menghentikan laga. Kedua tim menolak berjabat tangan sejak awal pertandingan. Prisma Chairul Anwar melakukan selebrasi gol di menit 69, setelah shooting nya menembus gawang Persewangi.