Sepakbola Kembali Telan Korban Jiwa, Menpora Marah Besar

  • Menpora turut beduka cita atas meninggalnya suporter Persita Tangerang.
  • Menpora mengutuk dan meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas masalah tersebut.
Kamis, 12 Oktober 2017 22:09 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Galih Prasetyo
© Humas Kemenpora
Ketum PSSI Edy Rahmayadi dan Menpora Imam Nahrawi. Copyright: © Humas Kemenpora
Ketum PSSI Edy Rahmayadi dan Menpora Imam Nahrawi.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi memberika reaksi keras terkait meninggalnya salah satu suporter Persita Tangerang, Banu Rusman pasca kericuhan usai laga Persita vs PSMS Medan pada Rabu (11/10/17) di Stadion Mini Persikabo, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Cak Imam menyatakan sangat sedih atas jatuhnya korban jiwa dari ranah sepakbola Indonesia. Menpora mengaku kecewa dan marah lantaran sepakbola seolah medan perang yang terus menerus menelan nyawa yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Polisi tengah mengamankan beberapa suporter tengah terjadinya keributan. Copyright: Muhammad Adiyaksa/INDOSPORTPolisi tengah mengamankan beberapa suporter tengah terjadinya keributan.

"Sangat berduka atas meninggalnya saudara kita Banu, suporter Persita Tangerang. Saya kecewa, lebih tepat lagi marah, karena lagi-lagi nyawa hilang karena sepakbola kita," ungkap Menpora melalui tulisan di akun Instagramnya.

Menpora juga meminta agar pihak berwajib segera mengambil langkah tegas dalam menangani kasus ini. Cak Imam menegaskan tidak boleh ada pilih kasih, siapapun oknum yang nantinya jadi tersangka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

 

A post shared by Imam Nahrawi (@nahrawi_imam) on

"Kepergian Banu, suporter Persita, harus diusut tuntas. Pelakunya harus ditindak, tanpa pandang bulu, siapa pun dia," tutup Imam Nahrawi.

Sebagai informasi, almahrum Banu Rusman, ia diketahui mengalami sobek pada bagian kepala. Korban berusia 17 tahun ini sempat mendapatkan pertolongan di RSUD Cibinong. Namun akhirnya nyawa Banu tak dapat diselamatkan.

Banu menjadi korba ketiga dari suporter Persita yang meninggal tahun ini usai mendukung tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut. Baik pelatih maupun pendukung Persita pun telah menyatakan sikap tegas dengan mengutuk oknum yang tidak bertanggung jawab.