Mantan Top Skor Piala Dunia Junior Sayangkan soal Insiden Tewasnya Suporter Persita Tangerang

  • Awan mendung kembali menggelayut di sepakbola Indonesia. Salah satu suporter klub Liga 2, Persita Tangerang yang bernama Banu Rusman tewas setelah dalam keributan antarsuporter.
  • Tragedi ini pun turut mengundang reaksi dari mantan top skor Piala Dunia U-12, Irvin Museng.
Jumat, 13 Oktober 2017 00:56 WIB
Penulis: Isman Fadil | Editor: Agus Dwi Witono
© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Persita Tangerang berduka. Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Persita Tangerang berduka.

Dunia sepakbola Tanah Air kembali berduka dengan tewasnya salah seorang suporter Persita Tangerang, Banu Rusman. Oknum aparat diduga terlibat dalam kerusuhan yang terjadi usai laga babak 16 besar Liga 2 2017 antara Persita Tangerang melawan tamunya, PSMS Medan, di Stadion Mini Persikabo, Bogor, Rabu (11/10/17).

Kejadian memilukan tersebut mendapatkan perhatian dari mantan top skor Piala Dunia U-12 2005 di Prancis, Irvin Museng. Pria yang pernah berkarier bersama Medan Chief di Liga Primer Indonesia itu sangat menyayangkan perihal kembali jatuhnya korban akibat kekerasan antarsuporter. 

"Iya sangat disayangkan karena kejadian seperti ini (jatuh korban) sudah seperti hal biasa dalam sepakbola kita," ujar Irvin saat dihubungi INDOSPORT.

Dirinya pun berharap kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bisa dapat segera memperbaiki kekurangan yang ada agar tidak ada lagi jatuhnya korban jiwa di sepakbola Indonesia.

Caption Copyright: INTERNETMantan top skor Piala Dunia U-12, Irvin Museng.

"Saya lihat sejak dimulainya Liga 1 dan Liga 2, tahun ini sebenarnya PSSI sudah mulai berbenah. Cuma tetap masih sangat banyak yang kurang," pungkas mantan penggawa Persiba Balikpapan itu.

Sebagai informasi, suporter Persita yang meninggal diketahui berasal dari basis Viola Tangerang Selatan bernama Banu Rusman. Pemuda 17 tahun itu mengalami sobek pada bagian kepala yang membuat nyawanya tak dapat tertolong lagi meski sempat dirawat di RSUD Cibinong.