Timnas Indonesia Buka Peluang Panggil Spaso Lawan Guyana

Jumat, 27 Oktober 2017 17:39 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor: Ivan Reinhard Manurung
 Copyright:

Peluang membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk pemain yang baru saja dinaturalisasi, Ilija Spasojevic terbuka lebar. Pemain berusia 30 tahun tersebut baru saja menerima kewarganegaraan Indonesia pada Rabu (25/10/17).

Tujuan utama Spaso menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah membela Timnas. Keinginan penyerang kelahiran Montenegro tersebut mendapat lampu hijau.

Jajaran pelatih Timnas menyambut positif tekad kuat mantan pemain Persib Bandung itu. Termasuk, untuk mengikutsertakan Spaso pada partai uji coba melawan Guyana pada 25 November mendatang.

© Muhammad Adi Yahya/Indosport.com
Pemain Bhayangkara FC, Ilija Spasojevic. Copyright: Muhammad Adi Yahya/Indosport.comPemain Bhayangkara FC, Ilija Spasojevic.

"Ya, yang pasti setiap ada uji coba atau FIFA Match Day, pelatih (Timnas) Luis Milla selalu memanggil banyak pemain. Mereka diberi kesempatan sekaligus menyeleksi pemain untuk event-event mendatang seperti Asian Games, misalnya. Tapi menurut saya pribadi, Spaso dan pemain-pemain lainnya, punya kesempatan yang sama untuk dipanggil,” ujar asisten pelatih Timnas, Bima Sakti Tukiman saat dihubungi wartawan.

“Sangat terbuka sekali pemanggilan Spaso. Untuk menambah persaingan di lini depan,” katanya menambahkan.

Akan tetapi, Bima belum mau memastikan pemanggilan Spaso untuk melawan Guyana. Mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut menuturkan Milla yang mempunyai wewenang memilih pemain yang pantas berseragam Skuat Garuda, julukan Timnas.

© Adiyaksa/Indosport
Bima Sakti, Asisten Pelatih Timnas Indonesia. Copyright: Adiyaksa/IndosportBima Sakti, Asisten Pelatih Timnas Indonesia.

“Soal dipanggil atau tidaknya saya tidak tahu. Tapi saya pikir coach Milla pasti akan memperhatikan pemain yang punya kemampuan. Soal dipanggil atau tidaknya itu tergantung coach Milla. Tapi menurut saya pribadi, saya pikir dia punya kesempatan untuk dipanggil,” pungkas Bima.

291