Jakmania Rizal Yanwar Memang Sudah Diincar untuk Dikeroyok, Ini Kronologisnya

  • Persija Jakarta menutup Liga 1 dengan kemenangan yang manis atas Bhayangkara FC dengan skor 2-1.
  • Namun kemenangan itu jadi kesedihan lantaran ada Jakmania yang tewas. Rombongan suporter Persija ini memang sudah diincar oleh massa yang diduga pendukung klub lain.
Selasa, 14 November 2017 18:05 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor: Ardini Maharani Dwi Setyarini
© Internet
Jakmania, pendukung Persija Jakarta. Copyright: © Internet
Jakmania, pendukung Persija Jakarta.

Salah seorang suporter Persija Jakarta, Jakmania, Rizal Yanwar Saputra merenggang nyawa pada Minggu (12/11/17) setelah menonton klub kesayangannya melawan Bhayangkara FC. Rizal tewas setelah dihadang massa yang diduga oknum pendukung klub lain.

Rizal menderita luka-luka di sekujur tubuhnya setelah mendapat bacokan di kepala dan tangannya. Anggota Jakmania dari Koordinator Wilayah (Korwil) Cikarang, Bekasi, tersebut meninggal dunia setelah darahnya terus mengucur dari kepala.

“Rizal meninggal setelah pulang menonton Bhayangkara FC vs Persija. Diibaratkan, sebelum meninggal, almarhum merasakan atmosfir stadion untuk terakhirnya,” ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Cikarang, Ahmad Arief saat dihubungi INDOSPORT, Selasa (14/11/17).

Arief menambahkan, saat pulang, Rizal menaiki sepeda motor dengan temannya. Nahasnya, Rizal yang dibonceng mendapat serangan membabi buta dari oknum suporter lain.

“Mereka sudah niat menunggu. Bahkan laporan terakhir dari Polsek Cikarang Utara, ada CCTV, kelihatan gerak-gerik menunggu rombongan Jakmania lewat. Ada samurai, segala macam,” kata Arief.

Insiden tersebut terjadi di Jalan Raya Utama Pilar, Sukatani, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kasus ini kemudian ditangani oleh Polsek Cikarang Utara.

“Kemarin bukti-bukti seperti plat nomor kendaraan mereka ada yang ketinggalan sudah kita serahkan semua ke polsek. Bahkan ada motor mereka yang ketinggalan sudah saya serahkan juga,” papar Arief.

“Kalau informasi sempat dibawa ke rumah sakit. Yang tahu kondisi pastinya cuma temannya yang di sepeda motor. Waktu itu, posisi saya tidak di sana. Jadi informasi, ada yang bilang masih sempat dibawa ke rumah sakit, dan meninggal di tempat lalu langsung dibawa ke rumah sakit. Cuma temannya yang di motor, dia tidak ingat apa-apa dan belum bisa diajak bicara. Posisi boncengan. Temannya kena juga tapi tidak terlalu parah, dia sempat lari menyelamatkan diri informasi dari orang tuanya,” pungkas Arief.