Sisakan Satu Pemain Senior, Luis Milla: Ini Skuat Terbaik untuk Lawan Guyana

  • Luis Milla memulangkan tujuh pemain senior.
  • Luis Milla ingin fokus pada Timnas U-23 sebagai persiapan ke Asian Games 2018.
Selasa, 21 November 2017 11:33 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Ekspresi wajah Ilija Spasojevic saat gagal mengamankan peluang. Herry Ibrahim/INDOSPORT Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Ekspresi wajah Ilija Spasojevic saat gagal mengamankan peluang. Herry Ibrahim/INDOSPORT

Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla memilih untuk menurunkan pemain muda dari U-23 pada laga melawan Guyana, 25 November nanti di Stadion Patriot, Bekasi. Karenanya, tujuh dari delapan pemain senior yang sebelumnya dipanggil telah dipulangkan terlebih dahulu kecuali Ilija Spasojevic.

Hal itu dilakukan karena Luis Milla ingin memberikan lebih banyak kesempatan bagi pemain muda untuk mendapatkan jam terbang sekaligus persiapan menuju Asian Games 2018.

Mantan pelatih Real Zaragoza itu memiliki keyakinan kalau skuat yang ada saat ini merupakan yang terbaik meskipun seluruhnya diisi oleh pemain muda. Untuk itu, Luis Milla terus mempersiapkan pasukannya termasuk laga uji coba melawan Guyana.

"Lumayan menegangkan juga menutup tahun ini dengan lawan Guyana dan Luis Milla memilih memainkan banyak pemain muda karena sebagai persiapan untuk Asian Games. Dan dia yakinkan kita bahwa ini materi pemain yang terbaik untuk bisa melawan Guyana di pertandingan dengan status A Match," ucap Sekjen PSSI, Ratu Tisha meneruskan keterangan Luis Milla mengenai laga lawan Guyana yang memakai skuat Timnas U-23.

Luis Milla dan jajarannya saat mengheningkan cipta. Herry Ibrahim/INDOSPORT Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTLuis Milla dan jajarannya saat mengheningkan cipta. Herry Ibrahim/INDOSPORT

Keinginan Luis Milla untuk memakai jasa pemain Timnas U-23 memang wajar saja terjadi. Hal itu berkaitan dengan pengakuan menarik yang dilontarkannya beberapa hari lalu, di mana dirinya mengatakan memang lebih terbiasa dalam memimpin Timnas U-23 ketimbang tim senior.

"Tim Syria punya program jangka pendek yakni Piala Asia. Sementara U-23 berhasil medali perunggu, mereka dinamis dan otomatis. Itu wajar karena saya lebih sering bersama U-23 ketimbang senior," ujarnya pada konferensi pers pasca Indonesia kalah 0-1 dari Suriah U-23, Sabtu (18/11/17) lalu di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang.

Pemain Timnas Indonesia saat mengheningkan cipta. Herry Ibrahim/INDOSPORT Copyright: Herry Ibrahim/INDOSPORTPemain Timnas Indonesia saat mengheningkan cipta. Herry Ibrahim/INDOSPORT

Kini, patut ditunggu kreasi Luis Milla pada Timnas U-23 akhir pekan nanti, lantaran tim yang dihadapi, Guyana disebut akan menurunkan pemain senior terbaiknya. Jika menang atas tim tamu, maka posisi Skuat Garuda di ranking FIFA bisa terangkat karena pertandingan tanggal 25 November nanti berstatus laga resmi FIFA atau A Match.