Lapangan Berlumpur Stadion Harapan Bangsa Belum Ada Apa-apanya Dibandingkan Lapangan Ini

  • Bukan karena lapangan yang buruk, pertandingan sepakbola ini memang diadakan di atas lapangan lumpur.
  • Perlengkapan bertanding persis seperti yang digunakan pemain sepakbola pada umumnya.
Rabu, 6 Desember 2017 14:39 WIB
Editor: Agus Dwi Witono
© EPA
Sepakbola lapangan lumpur dimainkan di Finlandia. Copyright: © EPA
Sepakbola lapangan lumpur dimainkan di Finlandia.

Laga Timnas Indonesia vs Timnas Mongolia di ajang Aceh World Solidarity Cup 2017, Senin lalu memang berakhir dengan kemenangan bagi Tim Garuda. Namun, di balik kemenangan itu ada cerita kurang sedap soal lapangan yang sangat buruk kondisinya. 

Buruknya kondisi lapangan Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, menjadi bahan kritikan pelatih Mongolia, Michael Weiss. Dia menilai lapangan tidak layak pakai. Kondisi lapangan yang berlumpur pun memakan korban pemain Timnas Indonesia maupun Mongolia yang akhirnya harus ditarik keluar karena mengalami cedera.

Well, boleh jadi Michael Weiss belum pernah melihat pertandingan sepakbola yang benar-benar bermain di atas lapangan berlumpur. Bahkan, di lapangan ini hampir separuh badan pemain bisa lenyap ditelan lumpur.

Sepakbola lapangan lumpur dimainkan di Finlandia. Copyright: EPASepakbola lapangan lumpur dimainkan di Finlandia.

Di Hyrynsalmi, sebuah wilayah di Finlandia, bermain sepakbola di lapangan lumpur bukanlah hal yang aneh. Berawal dari kebiasaan para penjelajah Finlandia yang melatih fisik mereka di lapangan lumpur, mereka kemudian mengkombinasikannya dengan olahraga nomor satu di dunia, sepakbola.

Tak hanya sekadar olahraga bisa, sepakbola di lapangan lumpur ini pun sudah menjadi kompetisi rutin di negara tersebut. Pada 1998, kompetisi sepakbola lapangan lumpur sudah dimulai dan diikuti oleh ratusan tim. Sejak 2000, lokasinya dipusatkan di daerah Vuorisuo, masih masuk wilayah Hyrynsalmi.

Lapangan yang digunakan berukuran 30x60 m. Setidaknya ada 20 lapangan yang dibuat untuk menjalankan kompetisi lapangan lumpur di Vuorisuo. Tentu saja seluruh lapangan di sini berada dalam kondisi berlumpur. Tidak adal lapangan dengan rumput halus. Tiap tim diperkuat 6 pemain termasuk kiper. Sementara waktu bertanding ditentukan selama 2x10 menit.

Dari sebuah olahraga kelas desa, kini sepakbola lapangan lumpur sudah mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia. Olahraga yang sangat mengandalkan kekuatan fisik ini sekarang sudah mulai dimainkan di Jerman, Rusia, Islandia, Skotlandia, bahkan hingga India.

Sepakbola lapangan lumpur dimainkan di Finlandia. Copyright: EPASepakbola lapangan lumpur dimainkan di Finlandia.

Bahkan kini sepakbola lapangan lumpur ini sudah mencapai level Piala Dunia. Untuk Piala Dunia sepakbola lapangan lumpur berikutnya akan digelar pada 13-14 Juli 2018 di Hyrynsalmi, Finlandia. Meski tidak ada proses kualifikasi layaknya Piala Dunia sepakbola biasa, jumlah peserta akan dibatasi untuk setiap kategori. Namun, tetap akan ada ratusan tim yang ikut serta dalam olahraga berat ini.

Ada kategori mixed, women’s hobby, women’s competition, men’s hobby, men’s competition, dan business yang akan di pertandingan dalam Piala Dunia sepakbola lapangan lumpur ini. Setiap tim dipungut biaya 300 euro (Rp4,8 juta). 

Meski harus membayar untuk mengikuti turnamen ini, para peserta umumnya tidak menargetkan prestasi. Karena yang mereka cari adalah hiburan sekaligus mendapat kebugaran.