Liga Indonesia

Kalah dari PSMS, Pelatih Persib Bandung Berikan Reaksi

  • Persib Bandung harus mengakui keunggulan PSMS Medan dipertandingan kedua Grup A.
  • Pelatih Persib, Mario Gomez menilai pemainnya bisa memberikan perlawanan.
  • Meski kalah, Gomez tetap puji kerja keras anak asuhnya.
Minggu, 21 Januari 2018 23:59 WIB
Penulis: Arif Rahman | Editor: Matheus Elmerio Giovanni
© vikingpersib.co.id
Pelatih baru Persib Bandung, Mario Gomez saat berpidato. Copyright: © vikingpersib.co.id
Pelatih baru Persib Bandung, Mario Gomez saat berpidato.

Pesib Bandung gagal meraih kemenangan pada pertandingan kedua Grup A Piala Presiden 2018, setelah dikalahkan PSMS Medan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (21/01/18).

Menurut pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, pada pertandingan tersebut anak asuhnya mampu menekan lebih dulu pertahanan tim lawan dan banyak mendapatkan peluang. Namun, tidak ada yang bisa dimaksimalkan menjadi gol.

"Saya pikir di 20 menit pertama kita bermain baik dan kita juga membuat beberapa kesempatan," kata Gomez seusai pertandingan.

Gomez menilai, sebelum gol pertama PSMS, salah satu pemain tim berjuluk Ayam Kinantan sudah lebih dulu dalam posisi offside. Namun, wasit tetap pada pendiriannya dan menganggap gol tersebut sah.

© Arif Rahman/INDOSPORT
Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez. Copyright: Arif Rahman/INDOSPORTPelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez.

"Anda perlu tahu, gol pertama mereka itu sudah lebih dulu offside tapi tidak apa-apa, mungkin di pertandingan sebesar ini mustahil bagi wasit tidak melakukan kesalahan," ucapnya.

Meski gagal mengamankan poin, pelatih asal Argentina ini tetap memuji kerja keras anak asuhnya yang tersebut berusaha menekan untuk mengejar ketertinggalannya. Namun, hingga wasit meniupkan tanda berakhirnya laga skor tersebut tidak berubah.

© Arif Rahman/INDOPSORT
PSMS Medan vs Persib Bandung Copyright: Arif Rahman/INDOPSORTPSMS Medan vs Persib Bandung

"Tapi di babak kedua ketika anda dalam keadaan tertinggal dan kehilangan kesempatan mencetak gol, sulit untuk membuat keadaan menjadi imbang atau bahkan menang tapi saya juga bangga dengan permainan anak asuh saya," ujaranya.

"Karena mereka bekerja keras, berusaha menciptakan banyak peluang dan berjuang hingga akhir untuk setidaknya menjadikan keadaan kembali imbang atau berusaha untuk menang," jelasnya.