x

Bulan Madu Sempurna Jose Mourinho di AS Roma

Selasa, 14 September 2021 16:52 WIB
Editor: Yosef Bayu Anangga
Jose Mourinho menjalani bulan madu sempurna di AS Roma. Tak cuma selalu menang di 5 laga di semua kompetisi, Giallorossi kini memuncaki klasemen Serie A Italia.

INDOSPORT.COM – Jose Mourinho menjalani bulan madu sempurna di AS Roma. Tak cuma selalu menang di 5 laga di semua kompetisi, Giallorossi kini memuncaki klasemen Serie A Italia.

AS Roma membuat kejutan pada akhir musim lalu. Usai memutuskan tidak memperpanjang kerja sama dengan pelatih Paulo Fonseca, Giallorossi kemudian menunjuk Jose Mourinho sebagai penggantinya.

Tiba di Olimpico, pria Portugal itu langsung melakukan perubahan. Para pemain yang tak masuk dalam rencana bahkan tidak dilibatkan dalam sesi pramusim, seperti Pedro dan Federico Fazio.

Baca Juga
Baca Juga

Sementara itu, sejumlah pemain lain dilepas seperti Pau Lopez, Cengiz Under, hingga Justin Kluivert dan Edin Dzeko.

Mourinho kemudian mendatangkan sejumlah pemain anyar. Meski gagal mendatangkan Granit Xhaka yang jadi incaran utama, Roma berhasil memboyong 4 bintang anyar termasuk Tammy Abraham.

AS Roma pun mengawali musim dengan baik. Di Eropa, mereka berhasil lolos ke fase grup UEFA Conference League, usai selalu menang atas Trabzonspor di babak playoff.

Sementara itu di Serie A Italia, mereka selalu menang dalam 3 laga yang sudah berlangsung. Terbaru, mereka mengalahkan Sassuolo 2-1 pada Senin (13/09/21) dini hari WIB, saat bermain di Olimpico.

Laga ini menjadi laga istimewa baik bagi Roma dan Mourinho. Pasalnya, hasil tersebut membawa Serigala Ibu Kota ke puncak klasemen Serie A Italia dengan koleksi 9 poin. Mereka unggul selisih gol atas AC Milan dan Napoli yang punya poin sama.

Bagi Mourinho sendiri, kemenangan itu bernilai penting karena terjadi pada pertandingan ke-1000 yang ia jalani di karier kepelatihannya.

Pentingnya hasil tersebut terlihat dari reaksi Mourinho ketika Stephan El Shaarawy mencetak gol kemenangan di injury time babak kedua.

Baca Juga
Baca Juga

Pria Portugal tersebut berlari dari bangku cadangan ke arah tribun belakang gawang Sassuolo, untuk berselebrasi bersama para pemainnya.

"Sepekan ini saya berbohong, mengatakan ini bukan pertandingan spesial. Nyatanya ini pertandingan yang spesial. Saya selalu ingin mengingat pertandingan seperti ini untuk laga ke-1.000 saya. Saya berbohong kepada semua orang," kata Mourinho kepada DAZN sesuai laga.

“Saat ini saya bukan berusia 58 tahun, tapi 14, ketika mulai memimpikan karier di sepak bola. Saya berlari seperti anak-anak dan saya meminta maaf kepada Alessio Diosini (pelatih Sassuolo) karena mereka memainkan sepak bola yang bagus.”


1. Berpotensi Berlanjut Beberapa Laga ke Depan

Pelatih AS Roma Jose Mourinho saat laga persahabatan persahabatan pra musim antara AS Roma vs Debrecen.

Penunjukan Jose Mourinho sebagai pelatih baru AS Roma sendiri sejatinya cukup mengejutkan. Pasalnya, kinerja sang pria Portugal belakangan ini mulai menurun.

Bersama Tottenham misalnya, ia dipecat setelah 17 bulan karena performa yang buruk. Momen itu pun menjadi pertama kalinya ia meninggalkan sebuah klub tanpa menghadirkan 1 trofi pun.

Bersama Roma, Mourinho memang tak diberi target besar. Dalam sejumlah wawancara, peraih treble winners bersama Inter Milan ini pun lebih kerap membicarakan pentingnya proyek jangka panjang.

Minimnya tekanan itu pada akhirnya membuat sang pelatih lebih rileks dalam menjalani kariernya di Olimpico.

Salah satunya, ia merayakan kemenangan AS Roma atas Salernitana di pekan kedua Serie A Italia musim ini, dengan menyantap piza dan minuman bersoda di kereta yang membawanya dan skuat Giallorossi kembali ke ibu kota seusai laga.

"Setelah kemenangan yang begitu indah, tidak ada cara yang lebih baik untuk merayakan selain piza yang spesial," tulisnya dalam keterangan unggahannya di media sosial.

Minimnya tekanan pun mengembalikan hasrat besar Mourinho terhadap sepak bola, seperti yang ia pertunjukkan ketika merayakan gol El Shaarawy.

Tentu saja respons Mourinho itu dapat dipahami, mengingat gol sang penyerang keturunan Mesir itu memastikan Mou meraih kemenangan di laga ke-1000 dan memastikan bulan madunya bersama Roma masih sempurna, setidaknya hingga pertandingan kelima.

Bulan madu sempurna ini berpotensi masih akan berjalan beberapa pertandingan lagi, dengan Roma baru akan bertemu lawan selevel yakni Lazio pada akhir bulan ini.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan mereka akan terpeleset sebelum laga derby itu tiba. Apalagi yang namanya bulan madu memang biasanya berjalan singkat.

Namun, tak ada salahnya bagi para penggemar sepak bola untuk saat ini menikmati bulan madu Jose Mourinho dan AS Roma, serta melihat kembalinya hasrat sang pria Portugal terhadap sepak bola.

Jose MourinhoSerie A ItaliaAS RomaBerita Liga Italia

Berita Terkini