PON XIX

Demi Target Maksimal di PON XIX, Ini yang Dilakukan Atlet Tinju dan Silat Papua

Kamis, 23 Juni 2016 13:59 WIB
Editor: Galih Prasetyo
 Copyright:

Pesilat Papua yang dipersiapkan menghadapi PON XIX di Jawa Barat, menjalani latihan secara intensif dengan fokus pada pematangan teknik dan taktik.

Pelatih Silat PON Papua, Frans Ayomi mengatakan, memasuki periodisasi khusus, dirinya fokus pada program latihan teknik dan taktik yang bertujuan untuk menambah kekuatan serta mematangkan teknik yang telah dikuasai para atlet. Termasuk latihan angkat beban guna menguatkan otot-otot tubuh semakin lentur.

"Materi latihan selama periodisasi khusus ini sudah masuk ke pematangan taktik dan teknik. Sewaktu periodisasi umum kita latihan kekuatan maksimal dan sudah mengarah dasar dari power, tapi hanya mengejar kekuatan maksimalnya," katanya. 

Selama bulan Ramadan volume latihan tidak dikurangi. Latihan pagi dan sore tetap berjalan sesuai jadwal. Kepada salah satu atlet yang berpuasa, M. Iskandar, bebannya sedikit dikurangi namun untuk program latihan umum seluruh atlet wajib mengikutinya.

"Selama Ramadan ini tentu perbedaan latihan dari hari biasanya tetap ada. Khusus bagi atlet yang berpuasa, latihan pagi hari mereka tidak diwajibkan latihan lari, tapi pada sore hari mereka dilatih sesuai dengan program yang telah kita susun," katanya.

Pengprov IPSI Papua dinahkodai Ibu Yani bertekad bisa menyumbang minimal 1 medali emas buat kontingen Papua. 

Persiapan yang sama juga dilakukan oleh petinju Papua. Pertina Papua terus meningkatkan latihan bagi para petinju proyeksi Pekan Olahraga Nasional baik daya tahan tubuh, kecepatan, maupun skill untuk menghadapi PON ke-19 di Bandung, Jawa Barat.

"Program latihan atlet PON Papua terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Baik daya tahan tubuh, kecepatan maupun skill," kata Manajer Tinju PON Papua, Nico Dimo. 

Dia menjelaskan untuk mengukur daya tahan atlet, program yang diterapkan pelatih dan pengurus Pertina adalah longmarch dua kali Seminggu. Sedangkan untuk mengukur kemampuan atlet, pelatih dan pengurus menerapkan program sparing antarpetinju.

Mantan penjaga gawang Persipura ini bilang program sparing yang dilakukan saat ini adalah bagian dari latihan, sehingga atlet benar-benar terukur kemampuan, baik fisik, mental, teknik-taktik dan pernafasan serta denyut nadi.

"Latihan keras dari sekarang akan membuat para atlet lebih terbiasa saat bertanding yang sebenarnya di atas ring," katanya.

Dalam PON Jabar 2016, Pertina Papua meloloskan sebelas atlet. Para atlet ini akan bertanding di kelas 48 kg, 51 kg, 54 kg, dan 64 kg putri dan kelas 52 kg, 56 kg, 60 kg, 69 kg, 81 kg dan 91 kg putra.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%