Apa yang Membedakan Pembalap Jepang dengan Pembalap Indonesia?

Sabtu, 12 Desember 2020 16:11 WIB
Editor: Pipit Puspita Rini
© [email protected]_andigilang
Pembalap Indonesia, Andi Farid Izdihar. Copyright: © Instagram@27_andigilang
Pembalap Indonesia, Andi Farid Izdihar.

INDOSPORT.COM - Asia punya banyak pembalap muda berpotensi. Namun, tak semua bisa menembus persaingan World Championship. Jepang adalah negara yang paling konsisten menempatkan pembalap di World Championship.

Kenapa bisa begitu? Apa beda pembalap-pembalap Jepang dengan rider dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand?

Dalam konferensi pers Honda Racing Corporation (HRC) yang digelar secara virtual pada Kamis (10/12/2020), Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama memberikan pandangan tentang hal ini.

"Jepang punya sejarah balapan yang lebih panjang dibandingkan Indonesia, Thailand, atau Malaysia. Negara-negara Asia Tenggara sudah punya banyak pembalap muda. Tetapi, sejarah panjang Jepang di dunia balap, itu yang membedakan," ujar Aoyama lagi.

Aoyama menjelaskan bahwa sejarah itu membuat Jepang lebih punya pengalaman saat bersaing di World Championship. Pembalap-pembalap muda bisa melihat para senior yang bisa jadi panduan juga.

Aoyama lalu mengatakan bahwa sejarah bukanlah satu-satunya pembeda mengapa pembalap muda Jepang lebih cepat berkembang dibandingkan pembalap Indonesia, Thailand, dan Malaysia, atau Asia Tenggara secara umum.

"Perbedaan lainnya adalah fakta bahwa pembalap Jepang itu lebih mandiri. Ini sangat berbeda dengan pembalap-pembalap Asia Tenggara yang masih sangat kekeluargaan," kata Aoyama.

"Pembalap Indonesia, Thailand, atau Malaysia lebih suka berkelompok, dekat dengan keluarga. Jadi, kalau sedang jauh dari keluarga, mereka suka kangen rumah, ingin pulang. Hal ini yang berbeda secara mental dengan para pembalap Jepang," ujar Aoyama disertai tawa kecil.

Karena pandemi Covid-19, para pembalap Honda Team Asia yang berlaga di Moto2 dan Moto3 World Championship harus tinggal selama sekitar 5 bulan di Eropa. Mereka tinggal bersama di Barcelona.

"Karena pandemi, ada ketentuan harus karantina setiap kali masuk ke suatu negara. Hal ini menyulitkan kalau pembalap harus pulang. Akhirnya kami memutuskan untuk tinggal bersama di Barcelona," kata Aoyama.

"Karena tinggal bersama terus dengan grup yang sama, jadi tidak ada masalah. Atmosfernya juga jadi bagus. Di sana juga ada pelatih fisik, motor buat latihan, dokter, dan ahli nutrisi," ujar pria yang dulunya juga bersaing di World Championship tersebut.

Pembalap Jepang, Ai Ogura. Copyright: Instagram@aiogura79Pembalap Jepang, Ai Ogura.

Setelah seri terakhir musim ini di Portimao, para pembalap melakukan tes di sirkuit yang sama, sebelum akhirnya kembali ke negara masing-masing.

"Senang bisa pulang dan bertemu keluarga. Tetapi, kemarin lama tidak pulang tidak masalah buat saya. Selama ada motor dan bisa balapan, saya senang," ujar pembalap Jepang, Ai Ogura.

Ogura turun di kelas Moto3 pada 2020 dan menutup musim dengan berada di peringkat ketiga klasemen. Musim depan, dia akan turun di kelas Moto2, bertukar tempat dengan pembalap Indonesia, Andi "Gilang" Farid Izdihar.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%