3 Peraih Medali Olimpiade yang Memilih Pindah

Jumat, 22 Mei 2020 09:26 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Lanjar Wiratri
© Wally Skalij/Los Angeles Times via Getty Images
Sukses meraih medali di Olimpiade nyatanya tak membuat pemain-pemain bulutangkis ini bertahan di negara asal mereka Copyright: © Wally Skalij/Los Angeles Times via Getty Images
Sukses meraih medali di Olimpiade nyatanya tak membuat pemain-pemain bulutangkis ini bertahan di negara asal mereka

INDOSPORT.COM -  Sukses meraih medali di Olimpiade nyatanya tak membuat pemain-pemain bulutangkis ini bertahan di negara asal mereka.

Meraih medali Olimpiade merupakan impian setiap pemain, dan para pemain ini sukses meraih medali di Olimpiade, namun pada akhirnya tidak memutuskan untuk tetap membela negara yang tempat mereka meraih medali tersebut.

Lantas, siapakah tiga peraih medali Olimpiade  yang memilih tak setia dari negara yang dibelanya tersebut? Berikut ini INDOSPORT.com merangkumnya untuk Anda:

Zhou Mi

Zhou Mi merupakan eks pemain bulutangkis tunggal putri yang sukses meraih medali perunggu Olimpiade 2004. Saat itu, ia terjebak momen kontroversial dimana Zhou Mi diminta mengalah dari Zhang Ning oleh eks pelatihnya, Li Yongbo.

Namun Zhou Mi menolak untuk melakukannya, meskipun pada akhirnya ia juga harus menelan kekalahan dari Zhang Ning hingga harus puas meraih medali perunggu.

Akibat peristiwa tersebut, Zhou Mi pun memutuskan untuk membela Timnas Bulutangkis Hong Kong tetapi tidak bertukar kewarganegaraan. Walaupun sempat diragukan, namun Zhou Mi sukses membuat come back fantastis bersama Hong Kong.

Mia Audina

Mia Audina sempat menjadi salah satu harapan Indonesia di tunggal putri untuk meneruskan masa kejayaan Susy Susanti dulu setelah dirinya berhasil menembus tim Uber Indonesia di usianya yang masih 14 tahun.

Hal tersebut membuat Mia Audina menjadi anggota tim Piala Uber termuda sepanjang sejarah bulutangkis. Meski tergolong muda, Mia Audina sukses menjadi penentu kemenangan di Piala Uber 1994 dan 1996, hingga mendapat julukan "Si Anak Ajaib."

Mia Audina diketahui harus puas meraih dua medali perak Olimpiade, dimana dua medali tersebut diraihnya dengan dua negara yang berbeda.

Medali perak pertamanya datang di Olimpiade Atlanta 1996 setelah ia kalah dari Bang Soo-hyun dan medali tersebut dipersembahkannya untuk Indonesia.

Delapan tahun setelahnya, Mia Audina kembali sukses meraih medali perak Olimpiade Athena 2004 usai kalah dari Zhang Ning dan medali tersebut bukan lagi dipersembahkannya untuk Indonesia melainkan untuk Belanda.

Tony Gunawan

Jika Mia Audina meraih medali Olimpiade saat menjadi WNI dan tak lagi menjadi WNI, maka berbeda dengan Tony Gunawan melakukan hal yang berbeda.

Atlet bulutangkis kelahiran Surabaya, 9 April 1975 menjadi salah satu penyumbang medali emas di ajang Olimpiade Sydney 2000 untuk tim bulutangkis Indonesia.

Medali emas yang diraih oleh eks pebulutangkis Tony Gunawan di Olimpiade Sydney 2000 didapatkannya ketika berpasangan dengan Candra Wijaya dan itu dipersembahkannya untuk Indonesia.

Usai mengharumkan nama Indonesia panggung Olimpiade, dirinya kemudian melanjutkan pendidikan di negara Paman Sam, Amerika Serikat.

Sayangnya, Tony Gunawan kemudian memutuskan untuk tinggal di sana dan menjadi pemain sekaligus pelatih Orange County Badminton Club, California. Alasan kepindahannya ialah faktor kesejahteraan.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
20%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
40%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
20%
IDS Emoticon Marah
Marah
20%