Bahas Kasus All England di Mata Najwa, Ketua KOI Debat Panas dengan Pengamat Hukum Olahraga

Rabu, 24 Maret 2021 22:04 WIB
Editor: Yosef Bayu Anangga
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Raja Sapta Oktohari resmi menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023. Okto terpilih secara aklamasi pada Kongres KOI di Hotel Ritz Carlton, Rabu (09/10/19). Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Raja Sapta Oktohari resmi menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023. Okto terpilih secara aklamasi pada Kongres KOI di Hotel Ritz Carlton, Rabu (09/10/19).
Eko Maung Sebut Ajukan Gugatan ke CAS Berlebihan

“Secara emosional, sebagai sesama anak bangsa, saya juga marah dan prihatin. Bapak-bapak pejabat publik juga menunjukkan seakan merasakan hal yang sama,” respons Eko Maung.

“Itu bagus. Tapi harus ditindaklanjuti dengan cara-cara yang benar. Yang paling mengganggu sebenarnya keinginan untuk membawa ke arbitrase internasional. Saya tidak melarang, tapi sebenarnya tidak perlu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Eko juga menyebut munculnya asumsi bahwa BWF mencoba menyingkirkan Indonesia dari All England sebagai pikiran yang berlebihan.

“Saya sempat meninjau aturan mereka yakni aturan pandemi harus menyesuaikan aturan di negara tempat event tersebut berlangsung. Di sini kalau tujuannya menyingkirkan Indonesia itu asumsi yang berlebihan," ungkap Eko Maung.

Ucapan Eko itu pun langsung disanggah oleh Raja Sapta Oktohari. “Dia (Eko Maung) nggak tahu perasaan yang dilukai adalah perasaan orang seluruh Indonesia. Bagaimana perasaan atlet kita gak bisa main karena mereka dikira suspect covid.”

IDS Emoticon Suka
Suka
8%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
8%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
8%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
25%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
50%