Kandas di Malaysia Open 2022, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Sebut Faktor Kalah Angin

Kamis, 30 Juni 2022 16:37 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Indra Citra Sena
© PBSI
Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, mengatakan bahwa faktor lapangan berangin jadi penyebab mereka kandas di Malaysia Open 2022. Copyright: © PBSI
Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, mengatakan bahwa faktor lapangan berangin jadi penyebab mereka kandas di Malaysia Open 2022.

INDOSPORT.COM – Ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, mengatakan bahwa faktor lapangan berangin jadi penyebab mereka kandas di Malaysia Open 2022.

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari gagal melaju ke babak perempat final Malaysia Open 2022  usai dihentikan pasangan Hong Kong unggulan enam, Tang Chun Man/Tse Ying Suet.

Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (30/06/22), Rinov/Pitha harus mengakui keunggulan lawan usai melalui drama straight gim dengan skor 13-21, 10-21 dalam tempo 26 menit.

Rinov/Pitha mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. Pasalnya, mereka gagal mengeluarkan kemampuan terbaiknya selama menghadapi perlawanan pemain Hong Kong.

“Hari ini kita masih under performed banget mainnya. Juga tadi masih banyak kendala yang dirasakan, jadi kita tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik," ujar Rinov dilansir dari rilis resmi PBSI.

Selain itu, ada faktor non-teknis lainnya yang membuat permainan Rinov/Pitha kalah dominan dari pasangan Hong Kong. Faktor yakni dimaksud ini adalah angin.

Ya, Rinov/Pitha nampaknya kurang siap mengatasi lapangan yang cukup berangin. Akibatnya, mereka kerap mengalami tekanan dari pihak lawan dan angka pun tertinggal jauh.

“Kendala yang utama adalah dengan lapangan berangin seperti ini belum bisa kita atasi, belum bisa kontrol,” sambung Pitha.

“Bahkan sampai di gim kedua kita masih terus tertekan dari lawan, tidak bisa keluar dari tekanan," tandasnya.

Pada set pertama, Rinov/Pitha terlihat kurang siap menghadapi serangan-serangan pemain Hong Kong yang sarat jebakan. Alhasil, mereka langsung tertinggal 3-6.