x

3 Pemain yang Selalu Bawa Pulang Medali di Kejuaraan Dunia, Ahsan/Hendra Paling Gacor

Sabtu, 13 Agustus 2022 16:21 WIB
Penulis: Martini | Editor: Isman Fadil
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, juara BWF World Tour 2019

INDOSPORT.COM - Termasuk Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, berikut adalah tiga pemain yang selalu meraih medali setiap kali tampil di Kejuaraan Dunia Bulutangkis.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 sudah di depan mata. Ajang ini akan digelar di Tokyo, Jepang, pada tanggal 22-28 Agustus 2022. Indonesia turut mengirimkan 15 wakilnya.

Baca Juga

Berbeda dengan turnamen lainnya, ajang yang kerap disebut sebagai BWF World Championship (BWC) ini memiliki peserta dua kali lebih banyak di setiap sektornya.

Sehingga, persaingan untuk menjadi juara juga semakin sulit, perlu stamina yang kuat dan terus konsisten sampai babak akhir.

Namun, setidaknya ada tiga pemain yang selalu meraih medali setiap kali berlaga di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Siapa saja?

Baca Juga

1. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan barangkali adalah pasangan yang paling sukses di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Tiga medali emas sudah pernah mereka sikat.

Ahsan/Hendra meraih medali emas sejak berpasangan di BWC 2013 Guangzhou, kemudian di BWC 2015 Jakarta, dan terakhir di BWC 2019 Basel.

Baca Juga

Selain dengan Hendra, Ahsan juga pernah meraih medali perunggu 2011 London, tapi bersama Bona Septano. Kemudian di BWC 2017 Glasgow meraih medali perak, kali ini bersama partner lain, Rian Agung Saputro.

Sementara Hendra Setiawan lebih legend. Ia sudah meraih medali emas BWC 2007 Kuala Lumpur bersama almarhum Markis Kido.

Ayah tiga anak itu juga pernah dikalungkan dengan medali perunggu saat BWC Paris 2010, masih berpasangan dengan Kido.


1. 2. Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara

Pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara saat melakukan selebrasi.

Pebulutangkis ganda putri asal Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara juga meraih tiga medali dalam keikutsertaan mereka di Kejuaraan Dunia Bulutangkis.

Mayu/Wakana meraih medali emas di BWC 2018 Nanjing, saat itu mengalahkan rekan sesama pebulutangkis asal Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota lewat rubber.

Baca Juga

Kemudian, Mayu/Wakana meraih meraih medali emas lagi di BWC 2019 Bazel, dan masih menghadapi lawan yang sama, Yuki/Sayaka, dan lagi-lagi lewat rubber game.

Namun dalam gelaran BWC 2021 Huelva, Mayu/Wakana harus puas meraih medali perunggu. Kala itu, pasangan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China) yang jadi juara.

Pada BWC 2021, Indonesia tidak ikut serta karena kala itu pandemi Covid-19 varian Omicron tengah merebak di wilayah Eropa.

Baca Juga

3. Yuki Fukushima/Sayaka Hirota

Pesaing kelas berat dari Mayu/Wakana, tak lain adalah rekan senegara, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Tampil dalam tiga Kejuaraan Dunia Bulutangkis, ia selalu meraih medali.

Pada BWC 2017 Glasgow di Skotlandia, Yuki/Sayaka mengantongi medali perak. Mereka tumbang dari wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan lewat babak rubber game.

Berlanjut ke BWC 2018 Nanjing, Yuki/Sayaka kembali meraih medali perak, namun kali ini mereka kalah dalam perang saudara kontra Mayu/Wakana.

Baca Juga

Terakhir kali di BWC 2019 Basel, Yuki/Sayaka lagi-lagi mentok meraih medali perak, dan mereka lagi-lagi tersandung rekan satu negara, yakni Mayu/Wakana.

Namun, hal ini menegaskan bahwa ganda putri Jepang masih mendominasi, jadi yang paling konsisten bersaing di turnamen level Kejuaraan Dunia.


2. Para 'Bocah Ajaib' di Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Pebulutangkis India yang sempat buat ketar-ketir Indonesia di Badminton Asia Team Championships 2020

Selain Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, masih ada satu pemain yang punya rekor mentereng.

Satu kali tampil di Kejuaraan Dunia, sang pemain langsung membawa pulang medali. Ia adalah pemain yang dijuliki si anak ajaib dari India, yaitu Lakshya Sen. 

Lakshya Sen pertama kali berpartisipasi di BWC 2021 Huelva, Spanyol, namun ia sudah berhasil melenggang ke semifinal, dan bisa meraih medali perunggu di usia 20 tahun.

Kala itu, Lakshya Sen hanya tumbang dari rekan satu negara sekaligus seniornya di India, Srikanth Kidambi, yang kemudian meraih medali perak.

Sementara medali emas Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2021 Huelva berhasil direbut oleh bocah ajaib lainnya, pebulutangkis tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew.

Hendra Setiawan/Mohammad AhsanMohammad Ahsan/Hendra SetiawanIn Depth SportsTRIVIABulutangkisahsan/hendraMayu Matsumoto/Wakana NagaharaBerita BulutangkisYuki Fukushima/Sayaka HirotaLakshya SenKejuaraan Dunia BulutangkisLoh Kean YewBWF World ChampionshipsKejuaraan Dunia Bulutangkis 2022

Berita Terkini

Berita Terpopuler